Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Pemulihan Sektor Ekonomi Kreatif Bergantung Pada Ini

Ahad 12 Sep 2021 17:14 WIB

Rep: rahayu subekti/ Red: Hiru Muhammad

Pengunjung beraktivitas di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Ahad (12/9). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan izin sejumlah tempat wisata untuk menggelar uji coba pembukaan tempat wisata di Jakarta diantaranya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, dan Setu Babakan. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membuka sejumlah wahana pada masa ujicoba dengan membatasi kapasitas maksimum 50 persen serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. Republika/Thoudy Badai

Pengunjung beraktivitas di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Ahad (12/9). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan izin sejumlah tempat wisata untuk menggelar uji coba pembukaan tempat wisata di Jakarta diantaranya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, dan Setu Babakan. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membuka sejumlah wahana pada masa ujicoba dengan membatasi kapasitas maksimum 50 persen serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Sebanyak Rp 1,1 triliun lebih sumbangsih ekonomi kreatif ke PDB nasional Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, langkah pemulihan sektor ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada empat pilar. Keempatnya yaitu sumber daya manusia (SDM), pemberian insentif, perluasan pemasaran, dan inovasi terhadap produk dan jasa kreatif.

"Sumber daya manusia menjadi hal utama dalam pemulihan sektor ekonomi kreatif. Karena SDM mampu memberikan nilai tambah terhadap produk dan jasa yang dihasilkan, dengan berbagai inovasi dan kreativitas," kata Sandiaga dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (12/9).

Selain itu, sandiaga menuturkan, pemberian insentif dari pemerintah juga dibutuhkan. Hal tersebut, seperti bantuan akses permodalan, perluasan pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri.“Sektor ekonomi kreatif ini menjadi harapan masyarakat terutama di tiga subsektor unggulan yaitu kuliner, kriya, dan fesyen," tutur Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, sebanyak Rp 1,1 triliun lebih sumbangsih ekonomi kreatif terhadap PDB nasional Indonesia. Dia menilai hal tersebut merupakan peluang yang bagus untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Dalam mengimplementasikan semua hal tersebut, Sandiaga memastikan Kemenparekraf memiliki berbagai program. Beberapa diantaranya yaitu Baparekraf for Startup untuk mendukung pertumbuhan startup digital dan meningkatkan nilai ekonomi digital di Indonesia melalui mentoring dan up skilling.

Selain itu, Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf juga memfasilitasi pelatihan bagi calon wirausaha muda. "Di mana para calon wirausaha muda akan dilatih terkait pitching dan proses matchmaking dengan calon investor," kata Sandiaga.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA