Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Dokumen FBI Muat Tuduhan Arab Saudi Dukung Peristiwa 9/11

Ahad 12 Sep 2021 17:34 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Peringatan peristiwa 11 September di Amerika Serikat

Peringatan peristiwa 11 September di Amerika Serikat

Foto: AP/John Minchillo
Dokumen FBI menguraikan kontak antara para pembajak dan rekan-rekan Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- FBI merilis dokumen pertama terkait penyelidikannya terhadap serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat (AS), Sabtu (11/9). Dokumen memuat tuduhan dukungan pemerintah Arab Saudi bagi para pembajak peristiwa itu.

Dokumen setebal 16 halaman yang sebagian disunting menguraikan kontak antara para pembajak dan rekan-rekan Arab Saudi. Namun, tidak ada bukti bahwa pemerintah di Riyadh terlibat dalam serangan yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Baca Juga

Arab Saudi telah lama mengatakan tidak memiliki peran dalam serangan itu. Kedutaan Saudi di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirim beberapa jam pada Sabtu malam.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 8 September, Kedutaan Saudi mengatakan negara itu selalu menganjurkan transparansi seputar peristiwa 11 September 2001. Riyadh pun menyambut baik rilis dokumen rahasia yang berkaitan dengan serangan oleh Washington.

 

"Seperti yang diungkapkan oleh penyelidikan sebelumnya, termasuk Komisi 9/11 dan rilis yang disebut '28 Halaman, 'tidak ada bukti yang pernah muncul untuk menunjukkan bahwa pemerintah Saudi atau pejabatnya memiliki pengetahuan sebelumnya tentang serangan teroris atau berada di dengan cara apa pun yang terlibat," kata pernyataan kedutaan Arab Saudi.

Sebanyak 15 dari 19 pembajak berasal dari Arab Saudi. Komisi pemerintah AS tidak menemukan bukti bahwa Arab Saudi secara langsung mendanai Alqaeda, kelompok yang diberikan tempat berlindung yang aman oleh Taliban di Afghanistan pada saat itu. Namun, dokumen itu membiarkan terbuka apakah pejabat individu Saudi mungkin memiliki hubungan.

Keluarga dari sekitar 2.500 dari mereka yang tewas, dan lebih dari 20.000 orang yang menderita luka-luka, bisnis dan berbagai perusahaan asuransi, telah menggugat Arab Saudi. Dalam sebuah pernyataan atas nama organisasi 9/11 Families United, Terry Strada, yang suaminya Tom terbunuh pada 11 September, mengatakan dokumen yang dirilis oleh FBI terbaru menghilangkan keraguan tentang keterlibatan Saudi dalam serangan tersebut.

"Sekarang rahasia Saudi terbongkar dan sudah lewat waktu bagi Kerajaan untuk mengakui peran pejabatnya dalam membunuh ribuan orang di tanah Amerika," kata pernyataan itu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA