Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Jajak Pendapat: Kasus Islamofobia Meningkat Usai 9/11

Ahad 12 Sep 2021 02:38 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Agung Sasongko

Kelompok Muslim Amerika Serikat mengampanyekan anti Islamofobia

Kelompok Muslim Amerika Serikat mengampanyekan anti Islamofobia

Foto: world bulletin
Peristiwa 9/11 memicu peningkatan Islamofobia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebuah jajak pendapat Muslim Amerika mengungkapkan bahwa sebanyak 69 persen menyampaikan pengalaman pribadi mereka telah mengalami satu atau lebih insiden kefanatikan atau diskriminasi anti-Muslim sejak peristiwa 9/11. Jajak pendapat ini dilakukan oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR).

CAIR adalah bagian dari laporan yang mendokumentasikan dan menganalisis bagaimana serangan 11 September mengubah komunitas Muslim Amerika selama 20 tahun terakhir. CAIR melakukan survei online dari 12 Agustus hingga 3 September dan menerima total 1.053 tanggapan lengkap.

Dilansir dari 5Pillars pada Sabtu (11/9), laporan itu mengatakan bahwa 11 September 2001 memicu peningkatan dalam kejahatan kebencian di seluruh Amerika Serikat yang belum sepenuhnya mereda.

Meskipun serangan itu sendiri memicu peningkatan sentimen anti-Muslim, Islamofobia menjadi alat manipulasi yang digunakan oleh politisi dan media untuk menanamkan dan meningkatkan ketakutan terhadap Islam dan memajukan kebijakan pemerintah yang membawa bencana terhadap Muslim di sini dan di luar negeri.

"Selama 20 tahun terakhir, retorika mereka telah menghasilkan biaya yang mematikan dan mengakibatkan sejumlah kejahatan kebencian terhadap Muslim dan mereka yang dianggap Muslim," kata laporan itu.

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA