Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Maskapai Afghanistan Lanjutkan Penerbangan Internasional

Jumat 10 Sep 2021 09:18 WIB

Red: Nur Aini

Maskapai nasional Afghanistan sedang bersiap untuk melanjutkan penerbangan internasional minggu depan.

Maskapai nasional Afghanistan sedang bersiap untuk melanjutkan penerbangan internasional minggu depan.

Tim Qatar dan Turki masih bekerja di bandara Kabul

 

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Maskapai nasional Afghanistan sedang bersiap untuk melanjutkan penerbangan internasional minggu depan.

Baca Juga

Presiden baru Ariana Afghan Airlines pada Rabu (8/9) memuji ahli teknis Qatar dan Turki atas bantuan mereka dalam membuat bandara Kabul beroperasi dalam waktu sesingkat mungkin.

"Penerbangan domestik ke Herat, Kandahar dan Mazar-e-Sharif dilanjutkan pada 4 September dan negosiasi sekarang sedang berlangsung untuk memulai kembali penerbangan internasional antara Kabul dan New Delhi," kata Qari Rahmatullah Gulzad, yang menjabat setelah pengambilalihan negara oleh Taliban, kepada Anadolu Agency.

Sebelum meninggalkan negara yang dilanda perang pada 31 Agustus setelah 20 tahun beroperasi, pasukan AS merusak terminal, pesawat, bengkel, hanggar dan kantor Ariana Afghan Airlines di Bandara Internasional Hamid Karzai.

“Tim teknis Qatar dan Turki memungkinkan kami untuk melanjutkan operasi penerbangan,” kata Gulzad, berterima kasih kepada kedua negara atas dukungan cepat mereka.

Tim Qatar dan Turki masih bekerja di bandara Kabul dan dia yakin mereka akan tinggal selama satu bulan lagi untuk memastikan bahwa bandara itu memenuhi standar internasional. Negosiasi dengan pemerintah India sedang berlangsung dan penerbangan internasional ke New Delhi akan dilanjutkan dalam dua atau tiga hari. Gulzad menambahkan rencana selanjutnya adalah melanjutkan penerbangan ke Turki, disusul oleh Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Sejumlah besar warga Afghanistan berada di India dan Turki untuk mendapat perawatan medis, tetapi mereka terdampar di sana karena situasi negara yang tidak stabil.

"Beberapa dari mereka telah meninggal, dan beberapa dari mereka menghadapi kesulitan keuangan dan masa berlaku visa karena tinggal lama," ujar dia.

Sementara UEA memberlakukan denda pada para pengungsi setiap hari untuk perpanjangan masa tinggal mereka, Gulzad mengatakan penerbangan ke negara-negara ini akan segera beroperasi. Dia menambahkan bahwa mereka sedang dalam negosiasi dengan India untuk melanjutkan penerbangan secara timbal balik.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA