Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Tahun Pemulihan, Perlu Strategi Bangkitkan Ekonomi Kreatif

Kamis 09 Sep 2021 11:09 WIB

Red: Budi Raharjo

Menparekraf Sandiaga Uno

Menparekraf Sandiaga Uno

Foto: .
Benua Afrika patut dipilih menjadi salah satu negara tujuan ekspor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi seluruh sektor, tidak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Namun, Menteri Parekraf Sandiaga Uno mengatakan bangsa Indonesia harus terus bangkit mengingat ada 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Tahun 2021 dianggap Sandiaga sebagai tahun pemulihan. Karena itu diperlukan strategi untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "Pandemi ini merupakan momentum bagi kita untuk berbenah diri agar lebih siap untuk bersaing dan tentunya memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan," ujar dia dalam pembukaan pameran Hybrid Trade Showcase 2021.

Pameran hasil kerja sama KBRI Nairobi, Kenya, dengan Kareem International ini menampilkan ratusan produk UMKM Tanah Air. "Kita perlu meningkatkan kualitas, baik SDM produk maupun pengelola usaha. Strategi yang dilakukan oleh Kemenparekraf dalam menghadapi era kebiasaan baru ini adalah menerapkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” kata Sandiaga menambahkan. 

Menparekraf mengatakan inovasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dan big data. Memanfaatkan juga artificial intelegence, Internet of thing, mechine learning dan banyak lagi hal yang berkaitan dengan teknologi kekinian. 

Sedangkan adaptasi dilakukan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan CHSE atau Cleaningness, Health, Savety dan Environtmental. Kemudian Kemenparekraf juga berkolaborasi dengan para stakeholder seperti yang kali ini dilakukan bersama Kareem International sebagai perusahaan aggregator ekspor Indonesia dan juga dengan KBRI Nairobi, Kenya. 

“Saya berharap, acara ini dapat membantu para pelaku UMKM produk kreatif Indonesia, pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat memulai ekspor produknya dengan mengenal target pasar dan budaya negara tujuan, khususnya pasar Arfika yang sangat menjanjikan," katanya.

Afrika adalah benua masa depan. Saya percaya bahwa Kenya dan Benua Afrika secara luas merupakan pasar yang sangat menarik dan sangat potensial untuk kita kembangkan, khususnya untuk produk-produk UMKM ekonomi kreatif milik anak-anak bangsa,” ujar Sandi lagi. 

Vice Presiden Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi mengatakan benua Afrika patut dipilih menjadi salah satu negara tujuan ekspor Rumah Instan Domus karena 5 dari 10 negara di Benua Afrika tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Bahkan IMF memperkirakan meskipun pandemi, ekonomi Afrika akan tumbuh sekitar 4 persen pada 2021. 

Selain itu, Bank Dunia juga meyakini bahwa 90 persen negara di Afrika akan mencapai pendapatan menengah (setidaknya 1.000 dolar AS per orang per tahun) pada 2025 jika tingkat pertumbuhan saat ini terus berlanjut. "Informasi-informasi ini yang bisa digunakan para pelaku usaha di Tanah Air untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Namun tentu saja, untuk bisa bersaing dengan produsen dari negara lain, kita juga harus menyiapkan produk yang sudah berstandar internasional," kata Stephanus.

Rumah Instan Domus karya PT Tatalogam Lestari memiliki spesifikasi khusus yang dirancang agar bisa memenuhi kebutuhan rumah permanen dengan kualitas tinggi. Rumah ini memungkinkan konsumen membangun rumah dengan cepat. Kuncinya terletak pada perencanaan matang, material yang tepat, serta teknik pengerjaan yang benar, efektif dan efisien. 

CEO Kareem International, Isnandar menjelaskan, dari ratusan jenis produk yang dipamerkan dalam Hybrid Trade Showcase 2021 kali ini, produk rumah instan merupakan salah satu yang memiliki potensi pasar besar di Afrika. Hal itu bisa dilihat dari masih adanya kekurangan hunian yang cukup besar di benua hitam ini. 

“Terkait hunian sebagai salah satu kebutuhan pokok, misalnya di Kenya, ada kesenjangan pasokan rumah 80 persen kalau. Dari target pembangunan 2,5 juta rumah, itu yang baru terbangun 500 ribu. Jadi peluangnya sangat banyak," ujar Isnandar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA