Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Masih Relevankah Target Olahraga 10 Ribu Langkah Sehari?

Kamis 09 Sep 2021 04:50 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Ani Nursalikah

Masih Relevankah Target Olahraga 10 Ribu Langkah Sehari?

Masih Relevankah Target Olahraga 10 Ribu Langkah Sehari?

Foto: Istimewa
Agar olahraga efektif, harus dilakukan tidak terputus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Banyak ponsel dan perangkat kebugaran menetapkan target standar untuk pengguna segala usia melakukan aktivitas olahraga 10 ribu langkah per hari. Tetapi, para ahli mencatat tidak perlu mencapai jumlah yang relatif tinggi ini untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari aktivitas fisik.

"Meskipun target 5.000-7.000 langkah sehari sudah cukup bagi kebanyakan orang, 10 ribu langkah sehari akan memberi manfaat besar untuk tubuh. "Kita perlu berolahraga selama 20-30 menit sehari untuk memastikan kesehatan yang baik dan mengurangi risiko kondisi jantung, seperti tekanan darah tinggi, penyakit arteri, angina, strok atau serangan jantung," kata Konsultan Kardiologi di Rumah Sakit Internasional Bareen yang berbasis di Abu Dhabi di Uni Emirat Arab Ali Mohamed Sayed dikutip dari Al Arabiya.

Baca Juga

Agar olahraga efektif, harus dilakukan tidak terputus. Direkomendasikan agar mereka yang bekerja di kantor atau menjalani gaya hidup tidak aktif melakukan olahraga penuh 30 menit per hari.

“Olahraga kardiovaskular adalah yang terbaik untuk perlindungan dari penyakit jantung, terutama pada orang yang berisiko tinggi seperti penderita diabetes, hipertensi, perokok dan mereka yang memiliki kadar kolesterol dan trigliserida tinggi dalam darahnya,” kata dia.

Olahraga mengurangi stres, depresi, kelelahan, dan gangguan suasana hati secara keseluruhan. Ini terbukti ketika satu studi melihat efek 10 ribu langkah sehari pada kesehatan fisik dan mental pada peserta yang kelebihan berat badan.  

"Saat kita berolahraga, tubuh melepaskan endorfin. Endorfin menurunkan persepsi kami tentang rasa sakit.  Endorfin juga meningkatkan perasaan positif di dalam tubuh, mirip dengan morfin," kata dia.

Studi terbaru menunjukkan target yang lebih rendah dari 10 ribu langkah juga bisa sangat bermanfaat. Sebuah studi pada 2019 mengungkapkan wanita berusia 70 tahun yang mampu mengelola rata-rata 4.400 langkah sehari memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah.

Angkanya sekitar 40 persen dibandingkan dengan wanita yang berjalan lebih dari 5.000 langkah sehari. Namun, penelitian ini juga menemukan manfaat berjalan lebih jauh agar dapat dirasakan adalah melakukan 7.500 langkah.

Studi lain pada 2020 yang mengevaluasi 5.000 pria dan wanita paruh baya dari berbagai etnis juga menemukan hasil kesehatan positif yang signifikan datang jauh lebih awal daripada 10 ribu langkah. Penelitian tersebut membandingkan risiko penyakit jantung pada mereka yang rata-rata mengumpulkan 8.000 dan 4.000 langkah sehari. Studi tersebut menyimpulkan setengah mereka yang melakukan 8.000 langkah sehari tidak memiliki kemungkinan meninggal lebih awal karena penyakit jantung.

Penelitian tentang masalah ini menunjukkan bergerak lebih banyak dan tetap aktif akan bermanfaat bagi kesehatan seseorang terlepas dari Anda melakukan 10 ribu langkah atau tidak. "Disarankan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu. Ini sama dengan 30 menit setiap hari selama setidaknya lima hari. Kontinuitas adalah faktor yang sangat penting yang akan mengarah pada hasil yang diinginkan,” kata dia.

 

https://english.alarabiya.net/life-style/healthy-living/2021/07/25/Do-we-really-need-to-take-10-000-steps-a-day-UAE-based-cardiologist-weighs-in

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA