Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Israel Larang Muslim Sholat di Masjid Ibrahim

Rabu 08 Sep 2021 15:02 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

Israel Larang Muslim Sholat di Masjid Ibrahim. Foto: Pasukan Israel berjaga di sekitar Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, Palestina.

Israel Larang Muslim Sholat di Masjid Ibrahim. Foto: Pasukan Israel berjaga di sekitar Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, Palestina.

Foto: WAFA
Israel Larang Muslim Sholat di Masjid Ibrahim

REPUBLIKA.CO.ID,HEBRON -- Israel hari ini (Selasa) memutuskan untuk melarang umat Islam sholat di Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat. Alasannya adalah tahun baru Yahudi jadi hanya dibuka untuk orang Yahudi. Informasi ini disampaikan sumber lokal.

Direktur Masjid Ibrahim, Syekh Hafthi Abu Sneinah mengatakan kepada WAFA bahwa pasukan Israel menolak akses warga Palestina ke situs suci dan ke halamannya ketika para pemukim ilegal sedang bersiap untuk merayakan liburan tahun baru Yahudi. Dilansir dari laman WAFA, Rabu (8/9).

Baca Juga

Ahmad Tamimi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang bertanggung jawab atas departemen hak asasi manusia, mengecam penutupan itu sebagai penghinaan mencolok terhadap perasaan orang Arab dan Muslim, pelanggaran berat terhadap kebebasan beribadah dan pelanggaran terang-terangan terhadap piagam dan konvensi hak asasi manusia internasional.

Masjid Ibrahimi, yang dulunya merupakan tempat ibadah Muslim, telah terbagi antara Muslim dan Yahudi 22 tahun lalu. Setelah pembantaian oleh pemukim Israel Baruch Goldstein yang menembaki jamaah Muslim pada bulan Ramadhan saat sholat subuh hingga menewaskan 29 orang masyarakat.

Alih-alih mengeluarkan segelintir pemukim ilegal Israel dari Hebron setelah pembantaian, Israel memutuskan untuk menghukum para korban pembantaian dengan membagi dua masjid yang juga dikenal sebagai Gua Para Leluhur. Mereka juga menutup sebagian besar bisnis warga Palestina di kota tua Hebron, tempat para pemukim mendirikan pangkalan, dan membatasi pergerakan penduduk Palestina.

Baca juga : Ratusan Tentara Inggris Perang di Afghanistan Bunuh Diri

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA