Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Saiful Jamil Sang Pedofil: Sejarah Lahirnya Predator Anak

Selasa 07 Sep 2021 08:47 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Karta Raharja Ucu

Pedangdut Saipul Jamil bebas dari penjara dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak. Saipul Jamil disebut sebagai penderita pedofilia atau predator seksual terhadap anak.

Pedangdut Saipul Jamil bebas dari penjara dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak. Saipul Jamil disebut sebagai penderita pedofilia atau predator seksual terhadap anak.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Kasus pedofilia tercatat dari masa Romawi, Yunani, sampai Cina kuno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bebasnya pedangdut Saipul Jamil dari Lapas Cipinang beberapa hari lalu disambut meriah oleh para penggemarnya sehingga menimbulkan kontroversial di masyarakat. Bahkan, mantan pelaku pelecehan kekerasan seksual anak itu hadir dalam sejumlah acara televisi. Tawaran kerja untuk Saipul Jamil di televisi membuat geram warganet.

Tak sedikit dari mereka meminta pihak berwenang menghentikan siaran Saipul Jamil karena dinilai akan memperpanjang dampak yang dirasakan korban. Bahkan, petisi yang dibuat untuk memboikot Saipul Jamil tembus sampai 300 ribu tanda tangan. Mantan suami Dewi Perssik itu adalah salah satu dari deretan predator anak alias orang yang mengidap pedofilia. Lalu, apa itu pedofilia?

Baca Juga

Definisi

Michael C. Seto menjelaskan definisi pedofilia dalam Pedophilia and Sexual Offending Against Children (2017). Pedofilia diartikan sebagai ketertarikan seksual yang berulang dan intens terhadap anak-anak praremaja. Ketertarikan seksual tersebut sangat bervariasi dan diwujudkan dalam beragam cara. Misal, melalui pemikiran atau dorongan seksual, fantasi, gairah seksual, dan perilaku.

Pengidap pedofilia hanya tertarik pada anak-anak praremaja dan tidak tertarik pada orang dewasa. Dalam penelitian yang dilakukan Beier dan kawan-kawan berjudul Can Pedophiles be Reached for Primary Pervention of Child Sexual Abuse? First Results of The Berlin Prevention Project Dunkelfeld (PPD) (2009), mengatakan 358 individu pencari bantuan khawatir minat seksual mereka pada anak-anak.

Sebanyak 60 persen diklasifikasikan memiliki pedofilia dan 28 persen diklasifikasikan memiliki hebefilia. Pada kelompok pedofil, 61 persen memiliki minat eksklusif pada anak-anak dengan jumlah yang sama lebih menyukai anak laki-laki atau perempuan. Dalam survei daring terhadap 1.189 responden, Bailey, Bernhard, dan Hsu tahun 2016 menemukan 44 persen pria pedofilia yang tertarik pada anak laki-laki melaporkan ketertarikan eksklusif sedangkan 59 persen orang yang tertarik pada gadis dengan pedofilia melaporkan ketertarikan eksklusif.

Baca juga : Korban Pelecehan Seksual di KPI Kini Malah Terancam UU ITE

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA