Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

PBNU: Perusakan Tempat Ibadah Bertentangan dengan Islam

Senin 06 Sep 2021 21:10 WIB

Red: Ani Nursalikah

PBNU: Perusakan Tempat Ibadah Bertentangan dengan Islam. Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini

PBNU: Perusakan Tempat Ibadah Bertentangan dengan Islam. Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
PBNU mengecam keras segala aksi perusakan karena bertentangan dengan nilai agama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengecam perusakan tempat ibadah jamaah Ahmadiyah oleh sekelompok orang di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

"Kami menyampaikan, pertama mengecam keras segala aksi perusakan karena bertentangan dengan nilai agama," kata Helmy yang disampaikan melalui rekaman video yang diterima di Jakarta, Senin (6/9).

Baca Juga

Helmy mengatakan Indonesia merupakan negara yang berlandaskan hukum dan Undang-Undang, maka semua pihak mesti menghormati asas yang berlaku dan tak main hakim sendiri. Segala persoalan, kata dia, sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.

Helmy meminta semua pihak tetap tenang dan tak terpancing dengan upaya provokasi untuk memecah belah bangsa. "Mari kita kedepankan prasangka baik kita sehingga kita bisa membangun kebersamaan dengan baik. Mari terus membangun dialog antarumat beragama agar kita senantiasa dapat hidup dalam satu ikatan kekeluargaan, kebangsaan, sehingga dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik," kata dia.

Ia mendesak aparat keamanan segera mengusut dan menindak tegas seluruh pelaku yang melakukan perusakan masjid Ahmadiyah itu sesuai ketentuan yang berlaku. "Selebihnya kita hormati hukum dan Undang-Undang. Mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan bergandengan tangan untuk menata Indonesia ke depan yang lebih baik," katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dan Polres Sintang, hingga saat ini sudah menangkap 10 pelaku perusakan rumah ibadah milik Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Sintang, Kalbar. "Saat ini kami sudah mengamankan 10 orang diduga pelaku perusakan rumah ibadah di Sintang," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go.

Dia mengatakan memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status orang yang diamankan tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA