Senin 06 Sep 2021 15:42 WIB

DKI Masih Berencana Tambah Pembukaan Sekolah

Target pembukaan sekolah, pada bulan ini, hingga mencapai 1.500 sekolah.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Agus Yulianto
Pelajar mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (30/8). Sebanyak 610 sekolah di DKI Jakarta menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pelajar mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (30/8). Sebanyak 610 sekolah di DKI Jakarta menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja, mengatakan, evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas DKI berjalan lancar. Walaupun, sempat ada pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan SD 5 Jagakarsa dan berujung penghentian sementara PTM.

"Evaluasi berjalan lancar," ujar Taga saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (6/9).

Dia menambahkan, meski ada pelanggaran sebelumnya, hal itu tidak membuat pembukaan sekolah lainnya ditangguhkan. Menurut dia, pembukaan sekolah lainnya masih akan dilakukan sesuai target.

Taga menuturkan, untuk sekolah yang masih belum biasa menerapkan prokes, analisa asesmen satu dan dua terkait itu, masih dilakukan. Dari hasil asesmen itu, lanjut dia, akan menentukan sekolah mana yang bisa melakukan pelatihan sebelumnya PTM digelar.

"Asesment itu tidak untuk mempersulit sekolah, tapi ingin membantu sekolah dalam mempersiapkan agar lebih siap dan optimal melakukan PTM terbatas ini," katanya.

Terkait target pembukaan sekolah, pihaknya masih mempersiapkan angka yang sama, 1.500 sekolah di bulan ini. Hal itu, akan dilakukan di pekan ketiga, dengan penambahan 890 sekolah. "Karena sebelumnya kan sudah 610," tuturnya.

Menyoal evaluasi, kata Taga, pihaknya akan selalu rutin melakukan itu setiap pekan. Evaluasi tersebut, juga dinilainya diiringi dengan monitoring petugas Disdik DKI dan pengisian instrumen lainnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement