Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Taliban Serang Lembah Panjshir, Penduduk Mengungsi

Sabtu 04 Sep 2021 09:05 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Milisi yang setia kepada Ahmad Massoud, putra mendiang Ahmad Shah Massoud, ikut serta dalam latihan, di provinsi Panjshir, Afghanistan timur laut, Senin, 30 Agustus 2021.

Milisi yang setia kepada Ahmad Massoud, putra mendiang Ahmad Shah Massoud, ikut serta dalam latihan, di provinsi Panjshir, Afghanistan timur laut, Senin, 30 Agustus 2021.

Foto: AP/Jalaluddin Sekandar
Warga menyebut pertempuran antara Taliban dan Aliansi Utara kian memburuk.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Pertempuran sengit pecah antara Taliban dan kelompok Aliansi Utara di Lembah Panjshir. Taliban mencoba menaklukan basis milisi terakhir untuk menguasai seluruh wilayah Afghanistan.

Pertempuran membuat penduduk yang berada dekat lokasi di Provinsi Parwan mengungsi. "Pertempuran terus memburuk, dan kian memburuk setiap malam," ujar Asadullah (52 tahun), salah seorang orang warga kepada Aljazirah.

Menurut Asadullah, dan sejumlah warga lain di Distri Jab al-Seraj, pertempuran banyak terjadi di lokasi pegunungan. Namun mayoritas penduduk lokal memilih untuk mengungsi.
Setidaknya 400 keluarga memilih untuk keluar dari desa di sepanjang jalan menuju Lembah Panjshir yang biasanya tenang.

Panjshir merupakan provinsi kecil dengan jumlah penduduk 150 ribu hingga 200 ribu jiwa. Panjshir berada di 150 kilometer arah utara kabul.

Taliban tidak pernah menguasai daerah itu bahkan saat mereka berkuasa pada 1996-2001. Begitu juga Uni Soviet yang mencoba menginvasi pada 1979. Perlawanan di Panjshir menjadi satu-satunya yang tersisa setelah musuh lama Talibah telah ditangkap atau melarikan diri, termasuk Abdul Rashid Dostum dan Ismail Khan.

Pemimpin gerakan di Panjshir ialah Ahmad Massoud. Ia adalah putra dari Ahmad Shah Massoud yang menjadi tokoh perlawanan melawan Soviet tahun 1980-an. Shah Massoud menolak Taliban dan dibunuh oleh Alqaidah dua hari sebelum serangan World Trade Centre.  

Menurut keterangan warga sebelum jatuhnya Kota Kabul pada 15 Agustus, mereka melihat Pasukan Afghanistan dari Kunduz, Baghlan, Kapisa, Parwan, dan Takhar menuju Panjshir. Para tentara itu membawa kendaran militer, dan perlatan lainnya. 

Pihak Taliban mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah merebut wilayah tersebut.
Namun kelompok perlawanan membantah klaim tersebut. Amrullah Saleh, salah satu tokoh perlawanan juga menyangkal bahwa ia telah kabur. Namun eks Wapres Afghanistan tak menampik bahwa situasi saat ini sangat sulit.

"Tidak ada keraguan, kami dalam situasi sulit. Kami di bawah invasi Taliban," ujarnya dalam video yang dikirimkan ke BBC.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA