Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Jika Ada Siswa Positif Covid, PTM Dihentikan Tiga Hari

Rabu 01 Sep 2021 09:41 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andi Nur Aminah

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Penghentian PTM selama tiga hari berlangsung di sekolah yang ada siswa positif Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pengawasan akan terus dilakukan terhadap pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas wilayah PPKM level 1-3 agar tetap berjalan dengan baik. Ia mengatakan, jika dalam penerapan PTM terbatas terdapat peserta didik yang terinfeksi maka PTM terbatas di sekolah tersebut akan dihentikan sementara.

"Jika nanti ditemukan adanya siswa yang terinfeksi Covid-19 maka kegiatan PTM di sekolah tersebut maka akan dihentikan selama tiga hari," ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (31/8).

Baca Juga

Wiku pun berharap, ada sinergi kuat antara pemerintah, pihak sekolah dan orang tua murid untuk memastikan PTM terbatas berjalan lancar di tiap satuan pendidikan. Sebab, melalui sinergi yang baik akan membuat aktivitas siswa di sekolah dapat terpantau dengan baik dan dapat mencegah potensi penularan Covid-19 di sekolah.

Ia menyebut, pelaksanaan PTM terbatas ini sudah berlangsung sejak pekan ini, berdasarkan SKB 4 menteri yaitu Mendikbudristek, Menag, Menkes, dan Mendagri yang mengizinkan pemberlakukan kegiatan pendidikan tatap muka di daerah dengan level 1-3. "Operasional (PTM terbatas) mengacu kepada panduan pengawasan dan pembinaaan protokol kesehatan di satuan pendidikan dari Kemenkes," ujar Wiku.

Wiku melanjutkan, meski pemerintah mengakui masih adanya keterbatasan fasilitas pendukung maupun cakupan vaksinasi di beberapa daerah. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang untuk dibukanya PTM terbatas.

Baca juga : Sekolah Belum Lolos Asesmen PTM Diminta Evaluasi

Justru, Wiku meminta keterbatasan itu agar dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan bagi daerah yang telah diizinkan melakukan PTM untuk menggiatkan tiga pilar pengendalian Covid-19 di sekolahnya secara lebih masif.

Wiku mengatakan, vaksinasi tenaga pendidik maupun peserta didik harus terus dilakukan untuk memastikan perlindungan maksimal dalam kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Karena itu, Wiku menyebut pemerintah saat ini memperbanyak vaksinasi kepada peserta didik maupun tenaga pendidik.

"Berdasarkan data per 31 Agustus, telah sebanyak 1,9 juta tenaga pendidik dan 1,7 juta anak usia 12-17 tahun yang tergolong usia pelajar yang sudah divaksin penuh," ujar Wiku.

Wiku optimistis vaksinasi bisa lebih banyak diberikan kepada peserta didik maupun tenaga pendidik. Dalam survei yang dilakukan KPAI juga mayoritas peserta didik 88 persen siap divaksin.

"Hasil survei tersebut menunjukkan, mayoritas peserta didik memiliki kesadaran dan kemauan untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi nasional," ujarnya. Karena itu, Pemerintah memastikan vaksin yang digunakan untuk peserta didik aman, efektif, dan juga minim efek samping.

Baca juga : Jokowi Ingin Vaksinasi Santri dan Pelajar Secara Masif

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA