Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Jerman Tunggu Realisasi Janji-Janji Taliban

Selasa 31 Aug 2021 16:02 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas

Foto: AP/Annegret Hilse/Pool Reuters
Jerman memantau apakah Taliban berkomitmen memenuhi janji-janjinya

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN – Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan negaranya akan menunggu Taliban membentuk pemerintahan baru di Afghanistan. Berlin bakal memantau apakah Taliban berkomitmen memenuhi janji-janjinya, termasuk perihal mengizinkan warga sipil bepergian dari bandara Kabul.

 

Baca Juga

“Taliban telah berjanji, tapi dalam beberapa hari dan pekan mendatang, kita akan mengetahui apakah kita dapat mengandalkan itu,” kata Maas dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi di Islamabad pada Selasa (31/8).

 

Selain perihal kebebasan perjalanan, Jerman pun akan memantau apakah Taliban menepati janjinya untuk membentuk pemerintahan inklusif. "Taliban ingin membentuk pemerintahan baru, dan ini akan memberi kami indikasi apakah permintaan kami agar inklusif terpenuhi," ucapnya.

 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly turut mengutarakan hal serupa dengan Maas. Cleverly mengungkapkan, negaranya, bagaimanapun, masih skeptis bahwa Taliban akan mengizinkan perjalanan aman bagi orang-orang yang memenuhi syarat.

 

“Jika Taliban mulai bertindak seperti pemerintah, jika mereka mulai memfasilitasi perjalanan, di dalam dan ke luar Afghanistan, maka kami akan terlibat dengan mereka atas dasar itu. Tetapi, tentu saja, apa yang tidak dapat kami lakukan, yang tidak dapat dilakukan oleh negara mana pun, adalah memberikan jaminan mutlak,” kata Cleverly pada Senin (30/8), dikutip laman Anadolu Agency.

 

Sebelumnya, Taliban mengatakan mereka akan memberi kebebasan pada penduduk Afghanistan untuk melakukan perjalanan luar negeri. Janji tersebut muncul setelah beredar kabar bahwa Taliban bakal menerapkan pembatasan ketat terhadap kebebasan warga. “Perbatasan Afghanistan akan terbuka dan orang-orang akan dapat melakukan perjalanan kapan saja, masuk serta keluar dari Afghanistan,” kata Wakil Kepala Komisi Politik Taliban Sher Mohammad Abbas Stanikzai pada Jumat (27/8). 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA