Selasa 31 Aug 2021 13:40 WIB

AS Hengkang, Taliban Ucapkan Selamat pada Rakyat Afghanistan

Taliban tetap ingin memiliki hubungan baik dengan AS dan dunia.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
 Taliban berjaga di dekat kendaraan yang digunakan untuk menembakkan roket di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 30 Agustus 2021. Beberapa roket yang ditembakkan dari sebuah mobil mendarat di dekat bandara Kabul pada 30 Agustus.
Foto: EPA-EFE/STRINGER
Taliban berjaga di dekat kendaraan yang digunakan untuk menembakkan roket di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 30 Agustus 2021. Beberapa roket yang ditembakkan dari sebuah mobil mendarat di dekat bandara Kabul pada 30 Agustus.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Kelompok Taliban mengucapkan selamat kepada rakyat Afghanistan atas kemenangan mereka. Hal itu disampaikan beberapa jam setelah kloter terakhir pasukan Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara tersebut.

"Selamat untuk Afghanistan, kemenangan ini milik kita semua," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di bandara Kabul pada Selasa (31/8), dikutip laman Al Arabiya. 

Baca Juga

Dia menekankan, meski kini semua pasukan asing telah meninggalkan Afghanistan, Taliban tetap ingin memiliki hubungan baik dengan AS dan dunia. “Kami menyambut baik hubungan diplomatik dengan mereka semua,” ujar Mujahid.

AS telah tuntas menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan. Ia berharap Taliban, selaku pemegang kekuasaan saat ini, dapat memenuhi janji-janjinya. “Pasukan kami telah meninggalkan Afghanistan. Babak baru keterlibatan Amerika dengan Afghanistan telah dimulai,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken beberapa jam setelah penerbangan evakuasi terakhir AS meninggalkan Kabul pada Senin (30/8), dikutip laman TRT. 

Blinken mengungkapkan, saat ini AS menangguhkan terlebih dulu kehadiran diplomatiknya untuk Afghanistan dan mengalihkan operasinya ke Qatar. “Misi militer telah berakhir, misi diplomatik baru telah dimulai,” ucapnya.

Baca juga : Dewan Keamanan PBB Tetapkan Resolusi untuk Afghanistan

Ia menekankan, Taliban perlu memenuhi komitmennya tentang menjamin hak-hak perempuan dan kebebasan bergerak atau bepergian bagi warga Afghanistan. Taliban juga perlu memastikan bahwa Afghanistan tidak menjadi sarang kelompok atau organisasi teroris. Menurut Blinken, Taliban perlu menunaikan komitmen dan janjinya jika ingin diakui. “Legitimasi dan dukungan apa pun harus diraih,” kata Blinken. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement