Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Komandan Militer Amerika Serikat Memuji Taliban

Selasa 31 Aug 2021 11:44 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Christiyaningsih

Keluarga yang dievakuasi dari Kabul, Afghanistan, berjalan melewati pesawat angkatan udara AS yang menerbangkan mereka di Bandara Internasional Pristina ibu kota Kosovo pada Minggu, 29 Agustus 2021.

Keluarga yang dievakuasi dari Kabul, Afghanistan, berjalan melewati pesawat angkatan udara AS yang menerbangkan mereka di Bandara Internasional Pristina ibu kota Kosovo pada Minggu, 29 Agustus 2021.

Foto: AP/Visar Kryeziu
Pujian komandan militer AS terhadap Taliban sangat mengejutkan para kritikus

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Kepala Komandan Militer Amerika Serikat (AS) di Afghanistan, Kenneth McKenzie, memuji Taliban yang dinilai membantu upaya evakuasi pasukan di Ibu Kota Kabul. Meski demikian, ia mengakui ratusan orang Amerika harus ditinggalkan di negara itu.

“Sebenarnya (Taliban) sangat membantu dan berguna bagi kami saat kami menutup operasi,” ujar McKenzie dalam konferensi pers pada Senin (30/8) dilansir RT pada Selasa (31/8).

Baca Juga

McKenzie mengatakan Taliban membantu mengamankan lapangan terbang di bandara Kabul. Meski tidak sempurna, kelompok itu dianggap memberikan upaya yang sangat baik dan membantu pada akhirnya.

Namun, pernyataan McKenzie telah memicu kritik baru terhadap Pemerintah AS yang dipimpin Presiden Joe Biden yang dianggap melakukan penarikan dengan tidak tepat. Sejumlah insiden terjadi setelah Taliban menguasai Afghanistan. Ratusan warga sipil harus kehilangan nyawa dan kematian 13 anggota militer Amerika dalam pengeboman pekan lalu di bandara Kabul.

Selain harus pergi tanpa menyelesaikan evakuasi semua orang Amerika di negara itu, AS juga harus meninggalkan ribuan sekutu Afghanistan. Pujian McKenzie terhadap Taliban sangat mengejutkan para kritikus.

Baca juga : AS Harap Taliban Penuhi Janji di Afghanistan

McKenzie mengatakan, Taliban telah sangat pragmatis ketika misi militer AS di Afghanistan berakhir. Kelompok itu tidak hanya memiliki kepentingan yang sama dengan Departemen Pertahanan AS mengeluarkan pasukan Amerika tapi menurutnya Washington menyebut akan bersiap menyerang Taliban jika menentang upaya evakuasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA