Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Pakar Tekankan Persoalan Afghanistan tak Terkait Islam 

Senin 30 Aug 2021 23:31 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Persoalan yang terjadi di Afghanistan disebut tak terkait Islam tapi politik, Ilustrasi suasana di Afghanistan

Persoalan yang terjadi di Afghanistan disebut tak terkait Islam tapi politik, Ilustrasi suasana di Afghanistan

Foto: EPA-EFE/STRINGER
Persoalan yang terjadi di Afghanistan disebut tak terkait Islam tapi politik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengatakan situasi yang terjadi di Afghanistan saat ini terutama kelompok Taliban yang menguasai negara tersebut tidak lebih hanya persoalan politik bukan agama Islam.

"Bagaimana pun Taliban ini adalah politisasi agama," kata dia di Jakarta, Senin. Oleh sebab itu, Islah Bahrawi berpendapat tidak setuju jika kelompok Taliban diidentikkan dengan Islam karena lebih kepada soal politik kekuasaan dengan segala gimiknya.

Baca Juga

Jika kelompok Taliban mendeklarasikan atau menyatakan akan moderat dan sebagainya, kata dia, hal itu lebih kepada gimik. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dari negara-negara lain.

Menurut dia, apa yang terjadi di Afghanistan saat ini bukan persoalan Timur Tengah, namun kondisi yang terjadi jauh lebih parah dari yang dibayangkan dan mengarah pada masalah ideologi. "Sebab, jika hal itu masalah politik maka akan ada teritorial dan kepentingan-kepentigannya," ujar dia.

Oleh karena itu, ujarnya, semua pihak perlu mewaspadai apa yang terjadi di Afghanistan karena berhubungan dengan ideologi dan bisa menyasar siapa saja.

Baca juga : Densus: Cermati pengungsi Afghanistan yang Masuk Indonesia

Artinya, kata dia,. siapa pun tanpa terkecuali bisa terpengaruh atas kelompok Taliban yang berhasil menguasai atau mengambil alih kekuasaan di Afghanistan.

Bahkan, menurut dia, secara historis kelompok radikal di Indonesia memiliki keterkaitan dengan kelompok radikal di Afghanistan. Berdasarkan data, para pelaku teror di Tanah Air merupakan "alumni Afghanistan".

Dia mengatakan ketika resiliensi ideologi tersebut menguat maka tidak menutup kemungkinan motivasi dan inisiasi menjadi sesuatu yang rentan di masyarakat."Sekali lagi, bagi saya, persoalan ideologis dan geopolitik jauh lebih berbahaya ketimbang persoalan ideologis," kata dia.

Dia meminta dan mendorong Pemerintah Indonesia agar lebih waspada atas kebangkitan Taliban di Afghanistan terhadap geliat jejaring teroris di Indonesia.  

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA