Senin 30 Aug 2021 23:57 WIB

Tinjau ke Papua, KONI Serahkan Kartu PON Bagi DPD RI

DPD RI menghimpun pandangan dari pemegang kepentingan olahraga

Suasana lapangan tenis untuk PON XX Papua di kompleks kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Minggu (22/8/2021). Lapangan dengan kapasitas 500 penonton dan berstandar Internasional ini dapat digunakan untuk menggelar pertandingan malam hari yang dilengkapi lampu sesuai standar yang telah diajukan oleh Technical Delegate (TD) cabang olah raga tenis.
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Suasana lapangan tenis untuk PON XX Papua di kompleks kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Minggu (22/8/2021). Lapangan dengan kapasitas 500 penonton dan berstandar Internasional ini dapat digunakan untuk menggelar pertandingan malam hari yang dilengkapi lampu sesuai standar yang telah diajukan oleh Technical Delegate (TD) cabang olah raga tenis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Soedarmo di Jakarta, Senin, menyerahkan kartu identitas VIP Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua kepada Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni sebagai bentuk perizinan peninjauan di lokasi pelaksanaan.

KONI menyebutkan dengan kartu identitas itu, para senator memiliki keleluasaan dalam meninjau penyelenggaraan PON XX yang merupakan bagian dari peran legislatif.

Kegiatan itu diawali dengan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara KONI dan Komite III DPD RI, yang berjalan dengan sesi tanya jawab dari kedua belah pihak.

Berbagai pertanyaan tentang kesiapan PON XX pun diberikan kepada pengurus KONI Pusat yang hadir secara faktual.

"DPD RI menghimpun pandangan dari pemegang kepentingan olahraga, salah satunya KONI Pusat," ujar Sylviana dalam keterangan resmi KONI Pusat yang diterima di Jakarta, Senin (30/8).

Dalam RDP tersebut, anggota DPD RI yang mayoritas hadir secara virtual itu menanyakan perihal akomodasi, transportasi dan protokol kesehatan.

KONI pun menjelaskan bahwa PB PON XX akan menanggung seluruh akomodasi kontingen selama di Papua. Kemudian, terkait transportasi akan terbantu dengan adanya kerja sama antara KONI Pusat dan Garuda Indonesia, serta agensi Aero Globe Indonesia.

Selain pesawat Garuda Indonesia, Citilink juga akan dikerahkan sebagai tambahan armada transportasi pendukung PON XX Papua.

Sedangkan untuk protokol kesehatan, seluruh kontingen harus melakukan karantina lima hari sebelum berangkat ke Papua. Saat di Papua, ruang gerak kontingen juga dibatasi, yakni hanya ke tempat penginapan dan lokasi pertandingan.

Lebih lanjut, khusus cabang olahraga yang bersifat kontak fisik akan dilakukan tes swab antigen sebelum pertandingan. Jika ada yang terpapar, maka akan segera ditindaklanjuti dan diisolasi.

"Secara keseluruhan, pembangunan dan persiapan arena pertandingan sudah selesai. Pada September juga dipastikan akan dilakukan uji ajang di seluruh cabang olahraga," kata Soedarmo.

Dalam kesempatan ini, KONI Pusat juga menyampaikan harapannya agar pencairan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa segera terlaksana untuk membiayai berbagai kebutuhan, di antaranya upacara pembukaan-penutupan, konsumsi, penyiaran, pertandingan, akomodasi dan sebagainya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement