Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Disdik Surabaya Periksa Kelengkapan Syarat PTM

Senin 30 Aug 2021 08:51 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Pembukaan pembelajaran tatap muka di Surabaya ditentukan Pemkot Surabaya dengan melihat kondisi Covid-19 dan kesiapan protokol kesehatan pada masing-masing sekolah. (Foto: Ilustrasi sekolah tatap muka)

Pembukaan pembelajaran tatap muka di Surabaya ditentukan Pemkot Surabaya dengan melihat kondisi Covid-19 dan kesiapan protokol kesehatan pada masing-masing sekolah. (Foto: Ilustrasi sekolah tatap muka)

Foto: Republika/Mgrol100
Pembukaan PTM juga ditentukan kesiapan protokol kesehatan pada masing-masing sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur, masih memeriksa kelengkapan syarat pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari persiapan sebelum membuka pembelajaran tatap muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan, sesuai SKB 4 Menteri, kewenangan penyelenggara pembelajaran tatap muka (PTM) adalah pemerintah daerah. Artinya, pembukaan PTM di Surabaya ditentukan Pemkot Surabaya dengan melihat kondisi Covid-19 dan kesiapan protokol kesehatan pada masing-masing sekolah.

Baca Juga

"Tidak serta merta ketika kita (Surabaya) turun ke Level 3, kemudian kita langsung bisa membuka PTM dan langsung jalan. Karena di SKB 4 menteri, diatur juga kesiapan-kesiapan sekolah, kemudian apa yang harus dilengkapi dan segala macam itu harus dipenuhi," kata Supomo di Surabaya, Senin (30/8).

Supomo menjelaskan, dalam SKB 4 Menteri, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sekolah atau lembaga pendidikan sebelum menerapkan PTM. Di antaranya, menyediakan wastafel atau tempat mencuci tangan, hand sanitizer, hingga thermogun untuk mengecek suhu tubuh siswa dan guru.

"Setelah kesiapan sekolah itu dipenuhi, kemudian sekolah harus mengisi data di Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Selanjutnya dilakukan asesmen oleh Satgas Covid-19 Surabaya untuk melihat benar tidaknya yang pihak sekolah sampaikan," ujarnya.

Baca juga : Erick Thohir: BUMN Targetkan 6 Juta Dosis Vaksin

Plt Kabid Sekolah Menengah Dispendik Kota Surabaya Tri Aji Nugroho menyatakan, setelah melalui proses asesmen, maka langkah selanjutnya yakni dilakukan simulasi PTM. Ini dilakukan untuk memastikan selama pelaksanaan PTM, penerapan prokes tetap terkontrol.

"Setelah asesmen kita lakukan simulasi dulu. Karena jangan sampai kemudian ketika langsung dijalankan PTM, ternyata prokes di sana (sekolah) tidak terkontrol," kata Tri.

Aji mendorong pihak sekolah atau lembaga pendidikan agar tetap menyiapkan pembelajaran melalui hybrid, yakni daring dan luring. Jangan sampai pihak sekolah hanya menyiapkan luring (PTM), sedangkan pembelajaran melalui daring tidak dilakukan.

"Nah, ini kan fungsi dari simulasi juga untuk melihat kesiapan pembelajaran secara hybrid itu bagaimana," ujarnya.

Aji melanjutkan, simulasi PTM di Surabaya sebelumnya pernah dilakukan oleh 15 lembaga pendidikan pada Desember 2020. Menurutnya, secara persyaratan sekolah tersebut telah siap melaksanakan tatap muka. 

"Karena simulasi sudah dilakukan. Kemudian kesiapan juga sudah disiapkan semua. Sehingga kita tinggal final checking, untuk istilahnya kita cek lagi yang dulu sudah disiapkan masih ada atau tidak, maka akan kita cek ulang," kata dia. 

Baca juga : Hanik Puji Tersingkir pada Kualifikasi Paramenembak 10 Meter

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA