Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Soal PTM, Anies Tegaskan Seluruh Guru Harus Sudah Divaksin

Sabtu 28 Aug 2021 02:14 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Sejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Anies tegaskan seluruh guru yang mengajar saat PTM sudah divaksin Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memastikan seluruh sekolah di ibu kota yang akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sudah melalui proses asesmen. Salah satu ketentuannya yakni para guru sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Ada ketentuan, semua bisa mengikuti pembelajaran di 610 sekolah ini karena gurunya sudah divaksin," kata Anies kepada wartawan, Jumat (27/8).

Baca Juga

Dia menjelaskan para siswa yang nantinya mengikuti PTM di sekolah tidak memiliki kewajiban untuk divaksinasi. Sebab, seorang anak mengikuti vaksinasi atau tidak bukanlah keputusannya sendiri melainkan keputusan dari orang tua.

"Anak-anak yang belum vaksin biasanya karena orang tuanya tidak mengizinkan untuk divaksin. Apabila mereka tidak boleh sekolah karena orang tua tidak mengizinkan divaksin, maka mereka seperti kena hukum dua kali. Sekali dilarang vaksin dan yang kedua dilarang sekolah," jelasnya.

Karena itu, sambung Anies, para murid yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 tetap diizinkan untuk mengikuti PTM di sekolah. Ia berharap, nantinya saat pulang ke rumah para siswa yang belum divaksinasi itu dapat membawa informasi bagi keluarganya bahwa semua orang yang ada di lingkungan sekolahnya telah disuntik vaksin, sedangkan dirinya belum divaksin.

"Kita mendorong kepada orang tua, berilah perlindungan tambahan kepada anak-anak. Sselain pakai masker, cuci tangan, izinkan mereka mendapatkan vaksin sehingga mereka punya perlindungan ekstra," jelas Anies.

Hingga saat ini sebanyak 85 persen guru di Jakarta telah menerima vaksinasi Covid-19. Sementara 15 persen lainnya merupakan guru yang memiliki komorbid maupun sedang dalam masa tenggang tiga bulan sejak dinyatakan positif Covid-19.

"Sehingga belum bisa vaksin, tetapi pada waktunya mereka nanti akan mendapatkan vaksin," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bakal menggelar PTM secara terbatas pada Senin (30/8). Teknis pelaksanaan PTM ini pun  tidak berbeda dengan uji coba PTM yang sudah dilakukan sebelumnya pada April dan Juni 2021. Kegiatan belajar mengajar di kelas akan dikosongkan satu hari untuk penyemprotan disinfektan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA