Jumat 27 Aug 2021 07:15 WIB

Mengapa Kasus di Jabar di Atas 5.000? Ini Jawaban Gubernur

Kasus harian Covid-19 di Jabar dalam tiga hari terakhir selalu lebih dari 5.000 kasus

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Mas Alamil Huda
Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Foto: istimewa
Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kasus harian Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) dalam tiga hari terakhir selalu lebih dari 5.000 kasus. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mencontohkan, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang mencapai 5.000 kasus pada Selasa (24/8), 4.000 kasus di antaranya merupakan kasus lama.

Dia mengatakan, Pemprov Jabar melakukan rekonsiliasi data dengan Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten/kota di Jabar. Hal itu dilakukan untuk membersihkan data kasus lama, baik terkonfirmasi, sembuh, maupun meninggal dunia, yang belum terlaporkan dan terverifikasi.

"Selasa kemarin, kasus Jabar hanya 1.000. 4.000 kasus lama. Makanya, kasusnya melompat," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, dalam keterangan persnya, Kamis (26/8) malam.

Jabar dalam tiga hari terakhir kasus hariannya selalu di atas 5.000 kasus. Pada Selasa (24/8), tercatat 5.255 kasus. Kemudian Rabu (25/8) mencapai 5.464 kasus. Sedangkan pada Kamis (26/8) sebanyak 5.058 kasus baru.

Emil mengatakan, Pemprov Jabar bersama pemda kabupaten/kota di Jabar mulai memverifikasi kasus lama untuk dilaporkan secara bertahap. "Jangan kaget kalau Jabar seolah-olah ada kenaikan kasus dalam tiga hari terakhir. Itu semata-mata karena kasus lama yang mulai diverifikasi lagi," katanya. 

Sementara menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Setiaji, pihaknya melakukan rekonsiliasi dengan menyasar kota-kota besar. Salah satunya adalah Kota Depok. 

Hasil dari rekonsiliasi tersebut, kata dia, ditemukan beberapa kasus terkonfirmasi, sembuh, dan meninggal dunia, yang belum diinput dalam New All Records (NAR) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.  

"Setelah data kasus lama diverifikasi, kita sepakat meng-update data secara bertahap selama tiga hari, pada 24-26 Agustus 2021, sehingga terjadi ledakan yang seperti itu. Ini sebenarnya lebih kepada untuk membersihkan data. Sehingga data sesuai dengan apa yang ada di lapangan," papar Setiaji. 

Wali Kota Depok Mohammad Idris melaporkan, data hasil rekonsiliasi antara NAR Kemenkes dan Pusat Informasi Covid-19 Kota Depok (PICODEP) per 26 Agustus 2021 yakni 103.230 kasus terkonfirmasi Covid-19, 97.809 kasus sembuh, dan 2.011 kasus meninggal dunia. 

"Dengan demikian kasus konfirmasi aktif di Kota Depok per tanggal 26 Agustus 2021 sebanyak 3.410 kasus (3,3 persen)," kata Idris dalam siaran pers Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok. 

Idris pun mengucapkan terima kasih kepada Kemenkes dan Pemprov Jabar yang telah bersama-sama dengan Pemerintah Kota Depok menyelesaikan rekonsiliasi data Covid-19, dan sekaligus sebagai respons dari permohonan rekonsiliasi data yang disampaikan oleh Kota Depok. 

"Kami menyadari bahwa data adalah vital sebagai basis dalam perumusan kebijakan. Segala kekurangan dalam sistem dan mekanisme pelaporan baik di daerah maupun di pusat yang berlaku saat ini, semoga dapat diperbaiki bersama-sama, agar seluruh data kasus Covid-19 dari beragam sumber baik auto verif maupun nonauto verif yang sudah diklarifikasi dapat diinput seluruhnya di aplikasi NAR," paparnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement