Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Erdogan Serukan Umat Islam Bersatu Lawan Ketidakadilan

Rabu 25 Aug 2021 16:43 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Kamran Dikarma/ Red: Nashih Nashrullah

 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menyatakan Umat Islam berjuang di tengah pandemi Covid-19 dan ancama Islamofobia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menyatakan Umat Islam berjuang di tengah pandemi Covid-19 dan ancama Islamofobia

Foto: Kepresidenan Turki via AP
Umat Islam berjuang di tengah pandemi Covid-19 dan ancama Islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta umat Islam bersatu melawan ketidakadilan. Hal tersebut ia katakan dalam pidatonya untuk Pemuda Kerja Sama Islam (ICYF) dalam Sidang Umum ke-4 Forum di Istanbul.

“Muslim harus bertanggung jawab atas perdamaian dan kesejahteraan mereka sendiri serta untuk keamanan dan masa depan seluruh umat manusia melawan ketidakadilan yang ada,” kata Erdogan, dilansir Anadolu Agency, Rabu (25/8).

Baca Juga

Menyoroti dunia tengah bergejolak, Erdogan menyebut masalah keamanan, kegiatan teroris, dan pandemi virus korona mencegah perdamaian. “Muslim berjuang dengan konflik, migrasi, kemiskinan, dan masalah yang terjadi mulai dari Suriah ke Afghanistan. Di sis lain, Muslim harus berjuang karena meningkatnya Islamofobia dan rasisme budaya, terutama di masyarakat Barat,” ujar dia.

Dia mengutip salah satu pepatah lama bahwa dunia lebih besar dari lima. Ini mengacu pada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dalam seruan untuk mereformasi badan tersebut. Erdogan menyebut Turki menarik perhatian pada ketidakadilan global di setiap kesempatan.

Selain itu, dia juga meminta kaum muda untuk mengambil bagian dalam peran yang sangat aktif dalam politik, akademisi, olahraga, komersial, dan kehidupan sosial. “Saya berharap Anda tidak membiarkan siapa pun datang di antara kami dan memecah belah karena perbedaan etnis, sektarian, atau budaya,” tambahnya.

Perwakilan dari 56 negara anggota akan membahas strategi Forum ICYF, pengembangan pemuda, pemberdayaan ekonomi, budaya, seni, olahraga, jaringan, dan isu-isu lingkungan selama pertemuan dua hari.

Didirikan pada 2004 di Baku, ICYF adalah organisasi internasional, nirlaba, non-partisan yang menyatukan organisasi payung pemuda terkemuka dari negara-negara anggota OKI dan organisasi pemuda internasional yang mewakili minoritas Muslim di seluruh dunia.

 

Sumber: anadolu 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA