Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Dokter Ulas Klaim Khasiat Minum Kopi Jeruk Nipis

Rabu 25 Aug 2021 06:24 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Video TikTok memperlihatkan transformasi penurunan berat badan dengan meminum campuran kopi hangat yang diberi perasan jeruk nipis.

Video TikTok memperlihatkan transformasi penurunan berat badan dengan meminum campuran kopi hangat yang diberi perasan jeruk nipis.

Foto: Pexels
Video di TikTok promosikan minum kopi dengan campuran perasan jeruk nipis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengguna media sosial TikTok menunjukkan transformasi penurunan berat badan yang luar biasa hanya dengan satu minuman yang mudah disiapkan. Pemilik akun @newbee2222 itu mengklaim bahwa minum kopi panas dengan air perasan dari setengah jeruk nipis atau lemon dapat membantu menurunkan berat badan secara dramatis.

Video TikTok itu mendukung klaim perubahan berat badan sebelum dan sesudah mengonsumsi minuman itu. Pemilik akun juga menunjukkan cara sederhana membuat menuman tersebut. Video itu menunjukkan seolah-olah kopi dan jeruk adalah resep ajaib di balik penurunan berat badannya.

Baca Juga

Namun, video itu terlihat seperti penipuan. Video itu tidak menunjukkan bukti nyata bahwa orang yang ditampilkan di dalamnya benar-benar membuat atau menggonsumsi minuman tersebut. Misalnya, satu video dengan lebih dari 3,4 juta suka dan 155 ribu menunjukkan seorang gadis muda memamerkan tubuhnya yang lebih ramping. Apakah metode ini benar?

"Ini omong kosong terbesar," kata ahli fisiologi olahraga dan ahli gizi olahraga di Sheffield Hallam, Inggris, Mayur Ranchordas, dikutip dari The Sun, Rabu (25/8).

Dari sudut pandang ilmiah, Ranchordas menjelaskan bahwa tidak ada makanan yang bisa membakar lemak. Menurutnya, ini hanyalah video pemasaran produk.

"Tidak ada bukti jika Anda melanjutkan gaya hidup dan meminum minuman ini, Anda akan kehilangan berat badan," ujar Ranchordas.

Video cenderung memiliki tautan ke halaman yang menjual kopi pelangsing instan untuk menurunkan berat badan, yang mengandung bahan L-Carnitine. Ranchordas mengatakan, ada beberapa bukti bahwa dengan mengonsumsi suplemen L-Carnitine, orang menggunakan lebih banyak lemak sebagai bahan bakar selama berolahraga.

"Tetapi, hanya karena menggunakan lebih banyak lemak sebagai bahan bakar, tidak berarti Anda membakar lemak tubuh yang tersimpan," kata Ranchordas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA