Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Resmi Turun, Tarif Swab PCR di Indonesia Termurah se-Asia

Selasa 24 Aug 2021 02:55 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel untuk tes usap PCR COVID-19, (ilustrasi)

Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel untuk tes usap PCR COVID-19, (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Harmoko Minggu
Harga PCR yang ditetapkan berkisar mulai Rp 495 ribu sampai Rp 525 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bumame Farmasi menyebut penurunan harga swab test PCR di Indonesia menjadi salah satu negara di Kawasan Asia Tenggara dengan biaya termurah. Melalui instruksi pemerintah, harga yang ditetapkan berkisar mulai Rp 495 ribu sampai Rp 525 ribu.

Direktur Utama Bumame Farmasi James Wihardja mengatakan pihaknya melakukan pengecekan ke beberapa fasilitas kesehatan yang menyediakan jasa swab test PCR.

Baca Juga

“Kami sebagai penyedia jasa juga berusaha memaksimalkan solusi agar masyarakat bisa menggunakan layanan swab test PCR dengan mudah, aman, cepat dan tentunya dengan tarif yang lebih terjangkau. Kami juga menjamin tingkat akurasi terbaik bagi masyarakat melalui layanan dan laboratorium mandiri yang dilengkapi komponen-komponen berkualitas terbaik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (23/8).

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Indonesia memiliki tarif yang lebih murah dibandingkan beberapa negara Asia seperti Thailand dengan kisaran Rp 1.300.000 sampai Rp 2.800.000 sekali swab test PCR dan Singapura dengan SGD 160 atau Rp 1.500.000 layanan swab test PCR.

Baca juga : Infografis Daftar Harga Tes PCR di Asia Tenggara

“Hal ini berbeda dengan India yang mendapatkan subsidi penuh oleh pemerintah negaranya, serta alat swab test PCR, reagen yang digunakan hingga obat-obatan yang diproduksi dalam negeri bollywood itu sendiri, sehingga tidak heran, tarif swab test PCR di negeri tersebut jauh lebih murah dari Indonesia dan bahkan negara-negara berkembang lainnya,” ungkapnya.

Bahkan beberapa epidemiolog Indonesia, Dicky Gunawan menambahkan jika saja Indonesia sudah bisa memproduksi reagen dan komponen pendukung swab test, pasti harganya bisa dikontrol, dikendalikan dan murah.

“Kendala saat ini adalah kita masih menggunakan reagen dan komponen impor dan biaya investasi yang tinggi terutama alat laboratorium yang digunakan,” ungkapnya.

Tanggapan ini dikonfirmasi juga oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi juga menjelaskan saat ini Indonesia masih terkendala karena impor. "Karena tes PCR kita masih impor termasuk bahan bakunya juga, sebagian besar juga impor," kata Nadia.

Baca juga : Pemerintah Turunkan PPKM Jabodetabek Menjadi Level 3

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA