Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Jateng Belum Terima Tambahan Vaksin yang Signifikan

Ahad 22 Aug 2021 21:46 WIB

Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah belum menerima tambahan vaksin COVD-19 yang signifikan dari pemerintah pusat guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi. (Foto: Ganjar Pranowo)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah belum menerima tambahan vaksin COVD-19 yang signifikan dari pemerintah pusat guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi. (Foto: Ganjar Pranowo)

Foto: istimewa
Percepatan vaksinasi hingga 300 persen belum bisa dilakukan di Jateng.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah belum menerima tambahan vaksin Covid-19 yang signifikan dari pemerintah pusat guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi. "Percepatan vaksinasi hingga 300 persen belum bisa dilakukan sebab tambahan vaksin untuk Jateng belum signifikan," katanya di Semarang, Ahad (22/8).

Hal itu disampaikan Ganjar menanggapi Presiden Joko Widodo yang mengumumkan, Indonesia telah menerima vaksin dari negara luar. "Tapi Pak Menkes sudah mulai menambah alokasi, sampai hari ini belum ada protes-protes keras dari kabupaten/kota 'saya kurang pak, saya kurang pak' seperti dulu enggak, enggak sampai terjadi kekosongan. Relatif sekarang berjalan," ujarnya.

Baca Juga

Menurut Ganjar, ada tiga saran kelola jika alokasi vaksin untuk Jateng ditambah yakni dengan memperbanyak titik vaksinasi, memprioritaskan penerima vaksin, dan disiplin penginputan ke aplikasi PCare serta Smile. Memperbanyak titik vaksin, lanjut Ganjar, juga perlu dilakukan untuk meminimalisasi kerumunan sebab partisipasi dari berbagai pihak yang banyak dilakukan saat ini meski niatnya baik dan membantu pemerintah, namun seringkali menimbulkan kerumunan.

Ganjar menyarankan agar partisipan-partisipan pelaksana vaksinasi itu mulai menyasar ke daerah terpencil atau desa-desa, apalagi sekarang minat masyarakat terhadap vaksin sudah tinggi. "Syukur-syukur kalau mereka mau pada kelompok-kelompok ekonomi. Umpama pedagang pasar, sehingga ekonomi nanti akan bisa berjalan," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA