Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Taliban Deklarasikan Emirat Islam Afghanistan 

Jumat 20 Aug 2021 05:27 WIB

Rep: Zainur Mahsir/ Red: Muhammad Hafil

Taliban Deklarasikan Emirat Islam Afghanistan. Foto:     Pejuang Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu, di Kabul, Afghanistan, Ahad , 15 Agustus 2021.

Taliban Deklarasikan Emirat Islam Afghanistan. Foto: Pejuang Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu, di Kabul, Afghanistan, Ahad , 15 Agustus 2021.

Foto: AP/Zabi Karimi
Emirat Islam Afghanistan dideklarasikan Taliban.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, mengumumkan pembentukan "Emirat Islam Afghanistan" melalui Twitter nya, kemarin. Deklarasi itu, dilakukan pada peringatan 102 tahun kemerdekaan negara itu dari pemerintahan Inggris dan empat hari setelah militan merebut Kabul.

Perayaan hari Kemerdekaan itu, dilakukan Taliban dengan deklarasi telah mengalahkan "kekuatan arogan dunia", Amerika Serikat. Taliban, yang memerintah Afghanistan antara tahun 1996 hingga 2001, sejauh ini tidak menawarkan rencana kepada pemerintah yang akan mereka pimpin, selain mengatakan akan dipandu oleh hukum Syariah.

Baca Juga

Mengutip Alarabiya, Jumat (20/8), puluhan ribu orang hingga kini dilaporkan telah mencoba melarikan diri dari Afghanistan, sejak gerilyawan Taliban menyerbu ke ibu kota Ahad lalu. Bahkan, para pengunjuk rasa, lantang dengan mengibarkan bendera Afganistan di seluruh negeri.

Sebelumnya, menurut anggota senior Taliban, Waheedullah Hashimi, struktur kekuasan akan memiliki kesamaan dengan cara Afganistan saat dijalankan Taliban terakhir kali pada 1996 hingga 2001. 

Hashimi  menyatakan, Akhundzada kemungkinan akan memainkan peran di atas kedudukan kepala dewan yang mirip dengan presiden negara itu. "Mungkin wakilnya (Akhundzada) akan berperan sebagai 'presiden'," kata Hashimi, berbicara dalam bahasa Inggris, dikutip dari NDTV, Rabu.

Baca juga : Kabareskrim Tanggapi Polisi Buru Pembuat Mural Jokowi

Pemimpin tertinggi Taliban memiliki tiga wakil, yaitu putra Mullah Omar bernama Mawlavi Yaqoob, pemimpin jaringan milisi Haqqani, Sirajuddin Haqqani, dan Abdul Ghani Baradar yang mengepalai kantor politik Taliban di Doha dan merupakan salah satu anggota pendiri kelompok tersebut.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA