Kamis 19 Aug 2021 18:29 WIB

Akademisi UI Apresiasi Pertumbuhan Ekspor Pertanian

Ekspor pertanian selama Januari-Juli 2021 mencapai 8,72 persen atau 2,24 miliar dolar

Petugas mengawasi aktivitas bongkar muat peti kemas saat pelepasan ekspor komoditas pertanian, (ilustrasi).
Foto: Antara/Abriawan Abhe
Petugas mengawasi aktivitas bongkar muat peti kemas saat pelepasan ekspor komoditas pertanian, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Riyanto mengapresiasi pertumbuhan positif ekspor pertanian selama periode Januari-Juli 2021 yang mencapai 8,72 persen (YoY) atau sebesar 2,24 miliar dolar AS. Menurut Riyanto, pertumbuhan tersebut adalah bukti bahwa sektor pertanian merupakan penyelamatan ekonomi di masa pandemi.

"Pertanian selalu jadi penyelamat dalam kondisi apapun yang kita hadapi saat ini. Termasuk dalam kondisi pandemi yang masih berlangsung," ujar Riyanto, Rabu (18/8) lalu.

Baca Juga

Riyanto mengatakan, pertumbuhan ini terjadi karena kolaborasi apik yang dibangun antara petani, eksportir dan pemerintah berjalan dengan sangat baik. Terlebih dalam urusan permodalan usaha yang digenjot melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian.

"Kolaborasi ini sangat bagus karena ada sinergi kuat antarsemua pihak, khususnya dalam membangun sektor pertanian. Apalagi kemarin saya lihat pemerintah baru saja menggelar kegiatan merdeka ekspor," katanya, seperti dalam siaran pers.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan ekspor Indonesia pada periode Juli 2021. Dalam rilisnya BPS menyebutkan nilai ekspor pertanian periode Januari-Juli 2021 mengalami pertumbuhan positif, yakni 8,72 persen (YoY). Kenaikan terjadi karena ekspor tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah mengalami peningkatan.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2021 mencapai 120,57 miliar dolar AS atau naik 33,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Lebih dari itu, ekspor nonmigas menyumbang 94,35 persen dari total keseluruhan ekspor periode Januari-Juli 2021.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement