Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

PPNI: Belum Ada Perawat Alami KIPI Berat karena Moderna

Kamis 19 Aug 2021 17:51 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Moderna yang akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Penumping, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/8/2021). Kepala Dinas Kesehatan Solo Siti Wahyuningsih mengatakan Kota Solo menerima sebanyak 8.820 dosis vaksin Moderna sebagai dosis ketiga atau penambah imunitas (booster) terhadap COVID-19 bagi para tenaga kesehatan yang bertugas.

Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Moderna yang akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Penumping, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/8/2021). Kepala Dinas Kesehatan Solo Siti Wahyuningsih mengatakan Kota Solo menerima sebanyak 8.820 dosis vaksin Moderna sebagai dosis ketiga atau penambah imunitas (booster) terhadap COVID-19 bagi para tenaga kesehatan yang bertugas.

Foto: ANTARA/Maulana Surya/wsj.
PPNI menyebut data seluruh perawat yang mendapat suntik Moderna diunggah ke P-Care

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia telah memulai pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes) Moderna. Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) mengaku, sejauh ini belum ada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) gejala berat yang dialami perawat usai divaksin Moderna.

"Sampai dengan saat ini, belum ada laporan KIPI dengan gejala berat," ujar Ketua Satuan Tugas Covid-19 DPP PPNI Jajat Sudrajat saat dihubungi Republika, Kamis (19/8).

Artinya, dia melanjutkan, KIPI yang dialami para perawat usai mendapatkan vaksin ini bersifat ringan yang bisa segera pulih. Yang terpenting, Jajat melanjutkan, sejauh ini belum ada keluhan KIPI berat. Terkait laporan KIPI, ia mengaku data tersebut ada di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena semua kegiatan vaksinasi diunggah ke aplikasi P-Care.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, melakukan vaksinasi dosis ketiga kepada para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Pahlawan selama dua pekan terakhir. Vaksin yang digunakan adalah Moderna yang berfungsi sebagai immune booster. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Surabaya mendapatkan jatah 24 ribu dosis vaksin jenis Moderna sejak dua pekan lalu. Sejak itu pula, vaksinasi kepada para nakes dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini sebanyak 9.194 nakes sudah disuntik vaksin jenis moderna tersebut.

“Jadi kita vaksin bertahap, karena ada KIPI-nya (kejadian ikutan pascaimunisasi) mulai dari panas demam dan juga pusing. Kalau disuntik bareng, bisa loro kabeh (sakit semua). Nanti bisa mandek pelayanan ini. Makanya kita melakukannya secara bertahap,” kata Eri di Surabaya, Rabu (18/8). 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA