Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Unggahan Facebook Amitabh Bachchan Soal Afghanistan Viral

Kamis 19 Aug 2021 00:01 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Indira Rezkisari

Unggahan Amitabh Bachchan soal Afganistan delapan tahun lalu kembali viral karena dikaitkan dengan kondisi terkini di negara tersebut.

Unggahan Amitabh Bachchan soal Afganistan delapan tahun lalu kembali viral karena dikaitkan dengan kondisi terkini di negara tersebut.

Foto: EPA
Amitabh Bachchan terkenang dengan Afganistan saat syuting tahun 1992.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Aktor veteran India Amitabh Bachchan pernah mengunggah soal Afghanistan di akun Facebook-nya. Status Facebook yang diunggah delapan tahun lalu itu, tepatnya 27 Agustus 2013, Bachchan menulis tentang proses syuting film 'Khuda Gawah' di Afghanistan pada 1992 silam.

Unggahan itu kemudian menjadi viral di India di tengah krisis yang melanda Afghanistan saat ini. Dalam unggahan tersebut, Bachchan mengenang pengalaman syutingnya di negara itu. Pria berusia 78 tahun itu mengingat salah satu adegan dari film tersebut ketika memainkan Buzkashi, olahraga populer di negara itu sambil menunggang kuda.

Baca Juga

Pengambilan gambar adegan dilakukan di Mazar-e-Sharif Afghanistan. "(Saat itu) Soviet baru saja meninggalkan negara dan kekuasaan diserahkan kepada Najibullah Ahmadzai yang merupakan penggemar berat sinema populer Hindi. Dia ingin bertemu dengan saya dan kami diberi perlakuan kerajaan yang benar," tulis Bachchan, dilansir Outlook India, Rabu (18/8).

Bachchan juga mengatakan, dia dan kru filmnya diperlakukan sebagai tamu negara VVIP di Mazare-e-Sharif dan dibawa untuk melintasi negara yang sangat indah dengan pesawat terbang dengan pengawalan bersenjata.

"Kami menerima kehangatan tradisional penduduk setempat yang memiliki semangat keramahan. Kami tidak diizinkan tinggal di hotel... sebuah keluarga baru saja mengosongkan rumahnya untuk kami dan pindah ke rumah yang lebih kecil," kenangnya dalam unggahan itu.

Bachchan juga mengenang ketika dia naik helikopter yang membawa kru untuk bertemu panglima perang setempat. Dia mengakui, saat itu ada masalah keamanan. Ada tank dan tentara bersenjata di mana-mana.

"Tapi ini perjalanan paling berkesan dalam hidup saya. Unit itu diundang oleh sekelompok panglima perang, Danny Dengzongpa, Biloo, Mukul, dan saya naik sebuah helikopter tempur, diapit oleh lima helikopter lainnya. Itu adalah perjalanan yang tak terlupakan."

"Pemandangan udara menawarkan pemandangan pegunungan ungu yang berubah menjadi merah muda dan merah karena bunga poppy tumbuh di sana. Waktu tampaknya benar-benar berhenti di lembah tempat helikopter mendarat," jelas Bachchan.

Bachchan mengatakan, seluruh kru film diperlakukan dengan sangat hormat bahkan sampai dibanjiri hadiah. Di Kabul, malam sebelum terbang kembali ke India, Najab memanggil Bachchan dan seluruh kru film untuk datang ke kediaman presiden.

"Dan menghiasi kami semua dengan 'tatanan Afghanistan'. Malam itu pamannya (paman Najab) menyanyikan raga India untuk kami dengan sangat mudah. Saya tidak tahu di mana tuan rumah kami, saya sering bertanya-tanya di mana mereka hari ini," tulisnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA