Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Selain PCR, Jokowi Pernah Minta Harga Gula dan Daging Turun

Ahad 15 Aug 2021 16:29 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/Antara/Erik PP/ Red: Erik Purnama Putra

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Jokowi perintahkan Menkes menurunkan tarif tes PCR maksimal Rp 550 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahalnya harga tes PCR untuk pasien positif Covid-19 membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tergerak. Jokowi pun memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera menurunkan harga tes PCR di pasaran.

Dia ingin agar tarif tes PCR berada di kisaran Rp 450 ribu hingga Rp 550 ribu. Pasalnya, belakangan ini, publik dikagetkan harga tes PCR di India Rp 97 ribu. Adapun rata-rata tes PCR di Indonesia di kisaran Rp 1 juta.

"Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR. Dan saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini,” jelas Jokowi dalam pernyataannya di Jakarta, Ahad (15/8).

Jokowi pun mengultimatum agar hasil tes PCR dapat diketahui maksimal dalam waktu 1x24 jam. "Kita butuh kecepatan," ucap mantan wali kota Solo tersebut.

Instruksi Jokowi untuk menurunkan harga barang, lantaran dianggap mahal bukanlah yang pertama kalinya. Dalam catatan Republika, Jokowi beberapa kali menginstruksikan jajarannnya untuk menurunkan harga barang yang dianggap terlalu mahal.

Pada 13 Mei 2021, Jokowi meminta agar harga bawang merah dan gula pasi diturunkan. Jokowi mengatakan, harga bawang merah saat ini masih jauh dari harga rata-rata nasional, yang dijual Rp 51 ribu per kilogram (kg). "Masih jauh dari harga acuan untuk bawang merah yaitu Rp 32 ribu,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi menganggap, harga gula pasir saat ini masih tinggi. "Juga gula pasir sampai saat ini seperti ini saya terus kejar, harga masih Rp 17.000-Rp 17.500 padahal HET masih harusnya di Rp 12.500," kata Jokowi. (Baca: Jokowi Soroti Tingginya Harga Bawang dan Gula)

Pada medio Mei 2015, Jokowi meminta agar harga daging sapi di bawah Rp 80 ribu  per kg sebelum Lebaran tahun ini. "Saya perintahkan menteri-menteri, saya tidak mau tahu, saya minta sebelum Lebaran harga daging harus di bawah Rp 80 ribu," kata Jokowi. (Baca: Jokowi Minta Mendag dan Mentan Turunkan Harga Daging)

Jokowi mengatakan, jika di negara lain harga daging bisa di bawah Rp 80 ribu per kg maka hal itu bisa terjadi di Indonesia. Sayangnya, bertahun-tahun berlalu, harga daging sapi masih di kisaran Rp 130 ribu per kg, berdasarkan laman infopangan.jakarta.go.id.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA