Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Tim Densus 88 Polri Kembali Tangkap Terduga Teroris

Ahad 15 Aug 2021 12:38 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus  (kanan)

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (kanan)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Total keseluruhan terduga teroris yang ditangkap 41 orang, dari sebelumnya 37 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap terduga teroris. Kali ini sebanyak tiga terduga teroris, satu di Banten dan dua orang di Jawa Barat. Dengan demikian, total keseluruhan terduga teroris yang ditangkap 41 orang dari sebelumnya 37 terduga teroris.

"Tambahan hari ini ditangkap di Banten satu orang dan Jabar tiga orang. Jadi, totalnya ada 41 orang," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Jakarta, Ahad (15/8).

Baca Juga

Ramadhan merinci penegakan hukum terduga teroris di Sumatera Utara sebanyak enam terduga teroris, Jambi ada tiga terduga teroris, Lampung ada tujuh terduga teroris, Banten lima ada terduga teroris. Kemudian Jawa Tengah 10 terduga teroris, Sulawesi Selatan satu orang,  Maluku satu orang, Kalimantan Barat satu orang, Kalimantan Timur dua orang.

"Penjelasan tentang keterlibatan setiap orang, POK, atau jaringan akan kami susulkan," Ramadhan menambahkan.

Sebagian besar terduga yang ditangkap di 10 provinsi itu diketahui sebagai anggota Jaringan Jamaah Islamiah (JI). Kecuali di wilayah Kalimantan Timur merupakan anggota komunitas media sosial. Satu terduga teroris di Banten yang ditangkap, kata dia, menambah jumlah terduga yang sudah ditangkap menjadi enam orang. "Untuk Banten, semuanya jaringan Jamaah Islamiah (JI)," kata Ramadhan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA