Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Soal Vaksin, Katherine Schwarzenegger: Dengar Kata Ayah

Sabtu 14 Aug 2021 18:24 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Katherine Schwarzenegger dan suaminya, Chris Pratt. Soal vaksinasi, Katherine sepakat dengan ayahnya, Arnold Schwarzenegger.

Katherine Schwarzenegger dan suaminya, Chris Pratt. Soal vaksinasi, Katherine sepakat dengan ayahnya, Arnold Schwarzenegger.

Foto: EPA
Anak Arnold Schwarzenegger membagikan ulang pesan ayahnya soal vaksin di Instagram.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Katherine Schwarzenegger meminta masyarakat menuruti kata-kata ayahnya dalam hal mencegah penyebaran Covid-19, termasuk vaksinasi dan terus memakai masker. Seruan itu ia sampaikan menyusul pernyataan sikap bintang Terminator, Arnold Schwarzenegger, mengenai orang-orang yang enggan memakai masker karena merasa kebebasannya t

"Tidak, masa bodoh dengan kebebasanmu, karena dengan kebebasan ada kewajiban dan tanggung jawab. Kita tidak bisa begitu saja mengatakan, 'Saya berhak melakukan X, Y dan Z'. Ketika Anda menginfeksi orang lain, itu menjadi serius," ujar Arnold yang pernah menjabat sebagai gubernur California itu, dikutip dari laman Fox News, Sabtu (14/8).

Baca Juga

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Katherine Schwarzenegger (@katherineschwarzenegger)

Arnold menyebut, ia tidak akan segan menegur mereka yang tidak mengikuti praktik menggunakan masker dan enggan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Membaca pernyataan sikap ayahnya tersebut, Katherine kemudian menggunakan akun media sosialnya sendiri untuk membagikan pesan yang sama.

"Anda mendengarnya dengan keras dan jelas! Dapatkan vaksinasi, cuci tangan, dan kenakan masker Anda! Ini bukan hanya tentang Anda, ini tentang orang lain juga dan kesehatan serta keselamatan mereka," tulis penulis dan istri Chris Pratt pada postingan Instagram-nya.

Katherine menyadari, tak semua orang bisa vaksinasi. Menurutnya, siapapun yang mengalami gangguan kekebalan perlu membuat keputusan terbaik untuk diri mereka sendiri tentang vaksin.

"Tapi itulah mengapa kita semua perlu meningkatkan cakupan vaksinasi dan membantu melindungi mereka (dengan mau divaksinasi). Kita semua berjuang bersama," kata perempuan berusia 31 tahun itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA