Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Wapres Doakan Kesembuhan Ketum MUI Pascainsiden Kecelakaan

Kamis 12 Aug 2021 14:43 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus Yulianto

Wakil Presiden Maruf Amin.

Wakil Presiden Maruf Amin.

Foto: KIP/Setwapres
Saat ini, kondisi Kiyai Miftah yang mengalami musibah kecelakan semakin membaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendoakan kesembuhan bagi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar yang mengalami musibah kecelakaan mobil di tol Salatiga, Kamis (12/8) pagi. Wapres juga mengajak serta masyarakat untuk mendoakan Rais Aam PBNU itu bisa segera pulih.

"Kita doakan bersama, semoga Kyai Miftach segera pulih dan sehat wal wafiat kembali. Beliau sangat dibutuhkan oleh bangsa ini, khususnya dalam memimpin MUI dan jajaran ulama Syuriyah PBNU," kata Wapres yang dikutip dalam pernyataan tertulis, Kamis (12/8).

Wapres juga mengaku, telah berkomunikasi dengan Kyai Miftah pascainsiden kecelakaan tersebut. Menurut Wapres, saat ini, kondisi Kyai Miftah dan tiga pendamping yang mengalami musibah kecelakan semakin membaik. Sehingga siang ini sudah bisa keluar dari RSUD Salatiga, dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Wapres menyebut, Kiai Miftachul juga baru saja mengikuti Konferensi Fatwa Internasional di Mesir, menyampaikan pidato di hadapan para mufti dunia.

"Terima kasih kepada semua pihak yang membantu penanganan beliau di Salatiga dan Perjalanan ke Surabaya. Terima kasih kepada RSUD Salatiga, MUI Jawa Tengah, PWNU Jawa Tengah, Kanwil Kemenag Jateng, dan aparat Kepolisian," kata Wapres.

Sebelumnya, mobil yang ditumpangi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar dilaporkan mengalami kecelakaan di ruas Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Kamis, sekitar pukul 06.15 WIB. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Igbal Alqudusy membenarkan peristiwa kecelakaan di KM 462 Tol Semarang-Solo, di Desa Beji, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Dia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika Toyota Vellfire bernomor polisi S 1447 NT yang ditumpangi korban melaju dari arah Semarang ke Solo. Dari arah yang sama, lanjut dia, melaju sebuah truk yang belum diketahui identitasnya memberi tanda lampu dengan maksud akan mendahului.

Mobil yang melaju di lajur kanan kemudian berpindah ke kiri untuk memberi jalan. Namun, kata dia, truk boks yang mendahului tersebut kemudian berpindah ke jalur kiri dan kemudian mengerem mendadak.

Akibatnya, Toyota Vellfire menabrak bagian belakang truk karena jarak yang terlalu dekat dan tidak bisa menghindar. "Truk tak dikenal itu sendiri kemudian kabur usai kejadian tersebut," ujarnya.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA