Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Kisah Kucing Rasulullah SAW dan Surga Neraka yang Dijanjikan

Senin 09 Aug 2021 09:30 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan / Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW mempunyai kucing kesayangan. Ilustrasi kucing tidur

Rasulullah SAW mempunyai kucing kesayangan. Ilustrasi kucing tidur

Foto: Pxhere
Rasulullah SAW mempunyai kucing kesayangan

REPUBLIKA.CO.ID, — Sudah menjadi pengetahuan umum jika kucing memiliki tempat tersendiri dalam Islam. 

Sebagai binatang yang sempat dipelihara Nabi Muhammad SAW, kucing, nyatanya, mampu menghubungkan surga atau neraka bagi pihak tertentu. 

Baca Juga

عن عبدالله بن عمر رضي الله عنهما، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((عُذِّبَتِ امرأةٌ في هرَّة حبسَتْها حتى ماتت جوعًا، فدخلَتْ فيها النار))، قال: فقال - والله أعلم -: لا أنتِ أطعمتِها ولا سقيتِها حين حبستِها، ولا أنتِ أرسلتِها، فأكلَتْ من خشاش الأرض

Dari Ibnu Umar RA, Nabi Muhammad SAW sempat bersabda, "Ada seorang perempuan yang masuk ke dalam neraka karena perkara seekor kucing. (Kucing) itu dia ikat (sampai mati). Dia tidak memberinya makan. Tidak pula membiarkannya lepas sehingga bisa mencari makan sendiri, (sekalipun) serangga-serangga di tanah." (HR Bukhari Muslim)

Padahal, sudah dijelaskan Nabi Muhammad jika dirinya tidak pernah membiarkan seekor binatang apapun mati dalam keadaan kelaparan.

Dalam buku Muhammad Ismail Al-Jawasy dengan judul "Nabi Muhammad Sehari-Hari", menurut Rasulullah, merupakan sebuah dosa yang layak untuk diganjar dengan seberat-beratnya hukuman bagi orang yang secara sengaja membiarkan seekor binatang kelaparan, dan tiada lain balasan untuk orang tersebut melainkan ancaman api neraka. 

Sebaliknya, Rasulullah mengatakan, siapapun yang mau dan mampu menyaingi binatang, memenuhi rasa laparnya, maka balasannya tak lain adalah surga. Rasulullah SAW juga bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abu Dzar RA:

عن أبي ذر رضي اللّه عنه أن رسول اللّه  صلى الله عليه وسلم قال:  بينما رجلٌ يمشي بطريق اشتدَّ عليه العطشُ. فوجد بئرا فنزل فيها، فشرب، ثم خرج، فإِذا كلبٌ يلهَثُ، يأكل الثَّرَى من العطش. فقال الرجل: لقد بَلَغَ هذا الكلبَ من العطش مثلُ الذي كان قد بلغ مني فنزل البئرَ، فملأ خفَّه ماءً، ثم أمسكه بفيه حتى رقِي فسقى الكلب. فشكر الله له، فغفر له   قالوا: "يا رسول اللّه، وإن لنا في البهائم أجرا؟ ". فقال: " في كل كبِد رطبة أجرٌ"

"Pernah suatu ketika ada seorang laki-laki yang berjalan dalam keadaan sangat haus, kemudian ia menuruni sebuah sumur untuk memperoleh air minum. Tatkala keluar dari sumur itu, ia mendapat seekor anjing yang sama kelaparan dan kehausan, Ia hanya makan kotoran unta di sebabkan sangat haus, kemudian laki-laki itu berkata, 'Sungguh anjing ini sedang merasakan nasib yang sama denganku." 

Maka laki-laki itu pun turun kembali ke dalam sumur itu dan memenuhi sepatu kulitnya dengan air yang ia jinjing dengan mulutnya, Ia naik dan memberi minum Anjing itu. Lantas ia bersyukur kepada Allah sehingga diampuni dosa-dosanya. 

Baca juga : Arab Saudi Izinkan 2 Juta Jamaah Umrah per Bulan

Dari kisah tersebut, para sahabat bertanya,"Wahai Rasulullah apakah memberlakukan demikian setiap binatang itu ada pahala?, dan dijawab  Rasulullah, "Pada setiap sesuatu yang bernyawa ada pahala." 

 

Kucing Rasulullah

Semasa hidup, Rasulullah diketahui memiliki beberapa binatang peliharaan, mulai dari kucing hingga unta. Hewan-hewan itu dirawatnya dengan penuh kasih sayang.  

Diceritakan peliharaan Rasulullah, Mueeza, yang merupakan kucing dan mulai dipelihara Rasulullah selama Pertempuran Uhud. 

Dalam banyak kisah, Mueeza kerap digendong Rasulullah dan ditaruhnya di atas paha sambil dielus badannya. Salah satu yang sangat disukai Nabi SAW ialah saat Mueeza mengeong tiap mendengar lantunan adzan. Seolah-olah, hewan imut itu sedang menjawab panggilan sholat. 

Tak sampai di sana, saking mencintai Mueeza, pernah suatu ketika, Nabi SAW mendapati Mueeza sedang tidur di atas jubah. Padahal, Rasulullah memerlukan jubah tersebut. Bukannya membangunkan Mueeza, Rasulullah SAW justru memotong belahan lengan jubah yang ditiduri kucingnya itu. Sebabnya beliau tak ingin mengganggunya.   

Baca juga : Surat Al Insyirah Ayat 7, Pentingnya Seimbang Dunia Akhirat    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA