Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Jepang Capai Rekor Tertinggi Raihan Medali Olimpiade

Ahad 08 Aug 2021 16:39 WIB

Red: Andri Saubani

Bayangan atlet muncul di tirai saat lari 50km putra di Olimpiade Musim Panas 2020, Jumat, 6 Agustus 2021, di Sapporo, Jepang.

Bayangan atlet muncul di tirai saat lari 50km putra di Olimpiade Musim Panas 2020, Jumat, 6 Agustus 2021, di Sapporo, Jepang.

Foto: AP/Eugene Hoshiko
Di Olimpiade Tokyo, Jepang meraih 27 medali emas, jauh melebihi rekor di Athena 2000.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang mengakhiri Olimpiade Tokyo 2020 dengan rekor perolehan 27 medali emas, jauh melebihi rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 16 di Olimpiade Athena 2000. Manajer umum untuk delegasi nasional Jepang, Mitsugi Ogatamemuji para atlet dengan mengatakan bahwa dia, "senang kami dapat menyampaikan beberapa berita yang menggembirakan," seperti dikutip dari Reuters, Ahad (8/8).

Ada kekhawatiran tentang Olimpiade yang dianggap "tidak perlu" di tengah pandemi. Tetapi dengan penampilan para atlet Jepang, penyelenggara, "secara bertahap mendapatkan pemahaman publik," kata Ogata.

Baca Juga

Penghitungan total medali Jepang mencapai 58, juga merupakan rekor, dan melebihi rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 37 medali di Athena. Medali tersebut termasuk selancar ombak, panjat tebing dan skateboard. Ketiganya merupakan olahraga yang debut di Olimpiade Tokyo.

Jepang juga mencatatkan medali lewat cabang judo, dengan Uta dan Hifumi Abe menjadi saudara kandung pertama dalam sejarah Olimpiade yang memenangi medali emas pada hari yang sama. Proyeksi awal oleh perusahaan data Gracenote memperkirakan Jepang mengamankan 60 medali.

Jepang juga menghadapi beberapa kekecewaan besar ketika bintang tenis Naomi Osaka tersingkir di putaran ketiga, beberapa hari setelah dia menjadi sorotan saat menyalakan kaldron api Olimpiade pada upacara pembukaan. Di cabang olahraga golf, Hideki Matsuyama yang memenangi Turnamen Master 2021, gagal mengantongi perunggu di nomor putra.

Sementara sebagian besar publik tetap menentang Olimpiade tahun ini, setelah ditunda pada 2020 karena pandemi Covid-19, IOC telah menggembar-gemborkan jumlah penonton televisi yang tinggi untuk menunjukkan dukungan publik Jepang terhadap acara olahraga multievent dunia itu. Bahkan, jumlah penonton televisi untuk semifinal sepak bola antara Jepang dan Spanyol pada satu titik melonjak menjadi 43 persen, menurut harian Yomiuri.

Penyelenggara juga memuji keberhasilan mereka dalam mencegah penyebaran Covid-19 di antara staf dan atlet Olimpiade. Namun, kasus virus corona harian di kota tuan rumah membengkak selama Olimpiade, melebihi jumlah sebelumnya, dan sempat mencapai lebih dari 5.000 kasus.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA