Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Uni Eropa Desak Gencatan Senjata Segera di Afghanistan

Jumat 06 Aug 2021 14:54 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pasukan Khusus Afghanistan berpatroli di jalan yang sepi selama pertempuran dengan pejuang Taliban, di Lashkar Gah, provinsi Helmand, Afghanistan selatan, Selasa, 3 Agustus 2021.

Pasukan Khusus Afghanistan berpatroli di jalan yang sepi selama pertempuran dengan pejuang Taliban, di Lashkar Gah, provinsi Helmand, Afghanistan selatan, Selasa, 3 Agustus 2021.

Foto: AP/Abdul Khaliq
Para militan Taliban yang mengintensifkan serangan mesti diminta tanggung jawab.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Uni Eropa pada Kamis menyerukan gencatan senjata mendesak, komprehensif dan permanen di Afghanistan untuk membuka kesempatan perdamaian. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dan Komisaris Uni Eropa untuk Penanggulangan Krisis Janez Lenarcic dalam sebuah pernyataan bersama mengutuk peningkatan kekerasan yang signifikan di Afghanistan yang disebabkan oleh serangan intensif Taliban.

Pernyataan itu secara khusus menyebutkan serangan bersenjata pekan lalu di kantor Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) di Provinsi Herat, dan pertempuran di Lashkar Gah, ibu kota provinsi Helmand, menyebabkan sedikitnya 40 korban sipil.

Sumber,  https://www.aa.com.tr/id/dunia/uni-eropa-desak-gencatan-senjata-segera-di-afghanistan/2326176.

Baca Juga

Selain itu serangan bom mobil mematikan Selasa kemarin yang menargetkan kediaman Menteri Pertahanan Afghanistan Bismillah Mohammadi telah menewaskan delapan orang dan melukai 20 lainnya.

“Kekerasan yang tidak masuk akal ini menimbulkan penderitaan besar bagi warga Afghanistan dan meningkatkan jumlah pengungsi lokal yang mencari keselamatan dan tempat berlindung. Serangan Taliban bertentangan dengan komitmen mereka untuk penyelesaian konflik dan proses perdamaian Doha," tutur pernyataan itu.

Sumber, https://www.aa.com.tr/id/dunia/uni-eropa-desak-gencatan-senjata-segera-di-afghanistan/2326176.

"Beberapa dari tindakan ini bisa menjadi kejahatan perang dan harus diselidiki. Para militan atau komandan Taliban yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," tambah dia.

Pemerintah Afghanistan pada Rabu menegaskan kembali seruannya agar Dewan Keamanan PBB melakukan pertemuan darurat terkait kekerasan yang sedang berlangsung di negara itu. PBB telah mendokumentasikan 5.183 korban sipil yang mengkhawatirkan di Afghanistan, 1.659 tewas dan 3.524 terluka, pada paruh pertama tahun ini, meningkat 47 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020.

sumber : Anadolu
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA