Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Waspada Kasus Aktif yang Masih Berjumlah 500 Ribu

Kamis 05 Aug 2021 20:19 WIB

Red: Indira Rezkisari

Relawan Satgas PPKM RW 10 memeriksa kesehatan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya di Jalan Kebon Bibit Barat, Tamansari, Kota Bandung, Rabu (4/8). Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia tercatat menurun. Total masih ada 500 ribu kasus aktif saat ini.

Relawan Satgas PPKM RW 10 memeriksa kesehatan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya di Jalan Kebon Bibit Barat, Tamansari, Kota Bandung, Rabu (4/8). Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia tercatat menurun. Total masih ada 500 ribu kasus aktif saat ini.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Kasus aktif secara nasional didominasi kabupaten kota di Jawa-Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Dessy Suciati Saputri, Rr Laeny Sulistyawati, Antara

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat masih terdapat 25,49 persen atau 131 kabupaten kota di Indonesia yang memiliki lebih dari 1.000 kasus aktif Covid-19. Sebanyak 83 daerah di antaranya berasal dari Pulau Jawa dan Bali.

“Dari 131 kabupaten kota tersebut, sayangnya masih didominasi oleh kabupaten kota dari Pulau Jawa dan Bali,” kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, saat konferensi pers, Kamis (5/8).

Artinya, lanjutnya, penurunan kasus positif harus terus dipertahankan. Namun, kasus aktif yang ada juga harus terus ditekan melalui upaya maksimal sehingga angka kesembuhan juga semakin tinggi.

Satgas mencatat, Jawa Barat menjadi penyumbang kabupaten kota terbanyak yang memiliki kasus aktif tertinggi yaitu 11 kabupaten kota. Disusul Banten dan Jawa Timur masing-masing enam kabupaten kota, dan DIY lima kabupaten kota.

Secara nasional, lima besar kabupaten kota yang memiliki kasus aktif tertinggi adalah Kota Depok dengan jumlah 27.389 kasus aktif, Kota Bekasi sebanyak 22.674 kasus aktif, Kota Bandung sebanyak 15.151 kasus aktif, Kabupaten Bantul sebanyak 14.760 kasus aktif, dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 11.180 kasus aktif.

“Yang juga perlu menjadi perhatian adalah lebih dari setengah provinsi di Indonesia memiliki kabupaten kota dengan kasus aktif di atas 2.300 kasus. Padahal, pada akhir Mei lalu sebelum lonjakan kasus terjadi, jumlah kasus di kabupaten kota ini hanya berkisar antara 400-1.000 kasus saja,” jelas dia.

Satgas juga memaparkan kabupaten kota yang masuk dalam 50 besar penyumbang kasus aktif tertinggi. Di antaranya yakni di Sumatra terdapat tujuh kabupaten kota, di Kalimantan terdapat empat kabupaten kota, Sulawesi ada dua kabupaten kota, Papua ada dua kabupaten kota; serta Bali, NTT, dan Maluku dengan masing-masing satu kabupaten kota.

Karena itu, Wiku menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi di daerahnya masing-masing. Ia pun meminta seluruh gubernur agar memantau kabupaten kota mana saja yang mengalami kenaikan baik kasus positif, kasus aktif, maupun kematian.

“Karena hal ini perlu diantisipasi sedini mungkin agar tidak terjadi lonjakan kasus,” tambah dia.

Catatan penting lainnya adalah untuk kali pertama di Indonesia kasus aktif mingguan mengalami penurunan pada Ahad (1/8) setelah lonjakan kasus pada akhir Juni 2021. "Perkembangan kasus di Indonesia penting untuk melihat perkembangan Covid-19 dari sisi kasus aktif, karena kasus aktif menunjukkan beban penanganan Covid-19 saat ini yang harus ditangani dengan baik agar seluruhnya dapat sembuh dan menghindari kematian semaksimal mungkin," kata Wiku.

Ia menjelaskan, kasus aktif pada Ahad (25/7) tercatat 573.903 kasus, lalu turun menjadi 535.135 kasus pada sepekan terakhir. "Sebelumnya kasus aktif mingguan terus mengalami kenaikan," katanya.

Menurut Wiku penurunan jumlah kasus aktif ini menunjukkan bahwa kesembuhan pasien bertambah lebih banyak daripada kasus positif baru. "Tentunya ini tidak akan terwujud tanpa pengorbanan dari para tenaga kesehatan yang setiap harinya melayani pasien Covid-19 dan memastikan pelayanan terbaik diberikan kepada seluruh pasien," ujarnya.





BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA