Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Menang Dramatis, Prancis Tantang AS di Final Basket Putra

Kamis 05 Aug 2021 20:16 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah

Guard Slovenia Luka Doncic membawa bola dijaga pemain Prancis Nicolas Batum.

Guard Slovenia Luka Doncic membawa bola dijaga pemain Prancis Nicolas Batum.

Foto: EPA-EFE/KIYOSHI OTA
Blok Nicolas Batum memastikan lanngkah Prancis ke final basket putra Olimpiade.

REPUBLIKA.CO.ID, SAITAMA -- Timnas basket putra Prancis berhasil menembus final Olimpiade Tokyo 2020. Rudy Gobert dkk mengalahkan Slovenia dengan skor sangat tipis 90-89 pada laga semifinal yang menguras emosi di Saitama, Kamis (5/8) malam WIB. 

Bagaimana tidak, sebab kemenangan Prancis ditentukan oleh sebuah blok. Lay up dari Klemen Prepelic pada detik-detik akhir gagal berbuah poin setelah berhasil ditepis oleh bigman Prancis Nicolas Batum. Blok Batum ini memastikan langkah Prancis ke final.

Baca Juga

Pad kuarter pertama, Slovenia tidak membuang-buang waktu dengan memenangkan jump ball. Jaka Blazic menjadi pencetak skor pembuka bagi Slovenia saat laga baru berjalan 12 detik. 

Prancis memberikan perlawanan berarti lewat poin yang dicetak Evan Fournier. Namun, lagi-lagi Blazic mencatatkan namanya sebagai pencetak poin untuk Slovenia. 

Penggawa Prancis, Nando De Colo membuat kejutan lewat tiga poin pertama dalam laga tersebut. Sempat unggul beberapa detik, Slovenia langsung membayar tuntas dengan tiga angka oleh Mike Tobey. 

Kejar-mengejar poin terus terjadi. Kedua kubu saling balas poin. Namun, Prancis berhasil unggul di kuarter pertama dengan skor tipis 29-27. 

Kuarter kedua berjalan lebih sengit dibandingkan sebelumnya. De Colo, Gobert, dan Fournier menjadi tumpuan bagi Prancis. Namun Slovenia terus menempel. Doncic dan Blazic membantu Slovenia mempersempit margin hingga paruh pertama laga tuntas dengan keunggulan Prancis 44-42. 

Berlanjut ke kuarter ketiga, masing-masing tim tetap tidak mengendurkan tempo pertandingan. Prancis mencoba melakukan rotasi dengan mengeluarkan De Colo dengan memasukkan Heurtel. 

Hal serupa juga dilakukan Slovenia dengan menempatkan Prepelic untuk mengganti Gregor Hrovat. Prancis mulai menjauh dengan 71-65 pada penutup kuarter ketiga. Kuarter ketiga ini ditandai tidak maksimalnya permainan Doncic yang sama sekali kesulitan melepaskan tembakan. Ia seperti mengalami cedera tapi memaksakan bermain, meskipun hanya berusaha mengatur serangan dan membuka peluang rekan-rekannya mencetak angka.

Di kuarter pamungkas, laga berjalan lebih sengit. Prancis beberapa kali berupaya menjauh, tapi Slovenia bisa kembali mendekat. Termasuk saat Prancis sudah unggul empat poin dalam waktu tersisa kurang satu menit, tapi berhasil ditipiskan oleh tembakan tiga angka Prepelic.

Dengan ketinggalan satu poin, Slovenia bertahan dengan baik sehingga tembakan De Colo gagal menemui sasaran. Dengan waktu 21 detik tersisa, Doncic membawa bola dengan tenang untuk membuat situasi offense. Ia berhasil melepaskan Prepelic yang membuat gerakan tipuan sehingga bisa menyerang ke ring. Prepelic bisa jadi pahlawan Slovenia andai lay up-nya masuk. Namun Batum yang sudah tertinggal langkah cepat kembali mengejar Prepelic dan membuat blok tepat sebelum laga berbunyi untuk mempertahankan keunggulan satu poin Prancis.

Prancis sudah ditunggu oleh Amerika Serikat di partai puncak. Prancis punya modal yang baik karena sudah mengalahkan Negeri Paman Sam di babak penyisihan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA