Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Bagaimana Hidup Kita Dicukupkan Allah SWT? Ini Saran Aa Gym

Kamis 05 Aug 2021 20:05 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Tawakal merupakan salah satu amalan penting orang beriman, Iustrasi tawakkal berdoa (Ilustrasi)

Tawakal merupakan salah satu amalan penting orang beriman, Iustrasi tawakkal berdoa (Ilustrasi)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Tawakal merupakan salah satu amalan penting orang beriman

REPUBLIKA.CO.ID, — Orang yang kehidupannya dicukupi Allah SWT dalam segala hal sejatinya adalah orang yang paling beruntung. Orang yang dicukupi Allah tak akan merisaukan urusan dunia seperti halnya makan dan minum, pakaian dan tempat tinggal, pangkat dan jabatan, atau pun prihal keamanan. Sebab Allah sudah menjamin kehidupannya. Allah telah menjadikannya sebagai hamba yang berkecukupan.  

Lalu bagaimana supaya menjadi manusia yang segala urusannya dicukupi oleh Allah SWT? Pimpinan Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym menjelaskan bahwa untuk menjadi orang yang kehidupannya dicukupi Allah syaratnya bukanlah menjadi orang yang bekerja keras. Melainkan orang yang kehidupannya dicukupi Allah adalah orang yang hatinya senantiasa tawakal kepada Allah atas segala urusannya.  

Baca Juga

"مَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ Wa man yatawakkal ‘allahi fahuwa hasbuh. Jadi bukan perkara kerja keras, itu tidak cukup. Tapi yang membuat kita dicukupi adalah hati yang tawakal," kata Aa Gym dikutip dari dokumentasi Harian Republika.  

Orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah maka orang tersebut akan dicukupi kehidupannya serta mendapatkan tuntunan dan petunjuk dari Allah. Dalam arti lainnya, segala urusannya dijamin Allah. Dari mulai dicukupi prihal hartanya, ilmunya, keamanannya, lahir dan batinnya.  

Sementara itu Aa Gym menjelaskan orang yang tak berserah diri kepada Allah akan menjadi manusia yang menderita dalam mengarungi kehidupan. Kendati pun orang tersebut mati-matian berusaha dalam mencapai suatu hal, namun tanpa adanya tawakal, usahanya tersebut akan menjadi sulit.  

"Ikhtiar tanpa dituntun itu menderita, yang benar itu ikhtiarnya dituntun Allah. Keperluan apa pun dicukupi. Apabila seseorang keluar dari rumahnya dia berkata bismillahi tawakaltu alallah, lahaula walakuwata illa billahil aliyiladzim maka dikatakan kepadanya engaku telah mendapat petunjuk, diberikan kecukupan, dilindungi," jelas Aa Gym. 

Bila seseorang telah mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah karena tawakalnya kepada Allah, maka setan pun akan kesulitan untuk menyesatkan orang tersebut. Sebab itu, Aa Gym menjelaskan ilmu tawakal sejatinya adalah ilmu yang membuat seseorang hamba betul-betul dicukupi kebahagiaan, ketenangan, dan segala keperluan lahir dam batin. 

Orang yang bertawakal adalah orang yang benar-benar bertauhid yakni yang meyakini segalanya milik Allah. Hamba tersebut yakin bahwa tak akan datang nikmat sekecil apapun tanpa izin Allah. Begitu pun sebaliknya, tak ada musibah, kesulitan, yang akan menimpa tanpa seizin Allah.  

Dalam praktiknya, Aa Gym menjelaskan bila hamba yang bertawakal tersebut adalah seorang pedagang, maka ia akan menjadi pedagang yang baik terhadap pembelinya, dan tidak akan menghalalkan segala cara demi menarik pembeli. Ia pun tidak akan kecewa atau bersedih hati bila dagangannya tidak jadi dibeli, sebab ia yakin rezekinya telah diatur Allah. 

"Sangat berbeda dengan pedagang  yang menganggap pembeli itu sumber rezeki, dia akan berusaha keras agar orang itu membeli. Tapi orang yang tawakal akan berusaha keras berdagang dengan cara terbaik agar Allah ridho. Apakah Allah memberi rezeki lewat pembeli itu atau tidak, itu tidak masalah. Dibeli alhamdulilah, tidak pun alhamdulilah. Karena dia sudah berbuat baik pada pembeli," katanya. 

Allah telah membuat ketentuan bagi segala sesuatu. Sebab itu, tawakal atas segala ketentuan Allah menjadi kunci dari turunnya pertolongan Allah untuk mencukupi segala hal dalam kehidupan hamba tersebut. Sebab itu, Aa Gym mengajak untuk terus berbuat kebaikan. Orang yang bertawakal tak akan berputus asa bila ikhtiarnya belum menuai hasil. Melainkan akan terus berusaha dan berbuat baik.    

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA