Moeldoko Tantang ICW Buktikan Tuduhan ke Ranah Hukum

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Agus raharjo

Kepala KSP Moeldoko menyampaikan pernyataan terkait penunjukkan dirinya sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.
Kepala KSP Moeldoko menyampaikan pernyataan terkait penunjukkan dirinya sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. | Foto: Tangkapan Layar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko meminta Indonesian Corruption Watch (ICW) menjadikan hasil investigasi terkait pemburu rente obat ivermectin ke pelaporan resmi ke hukum. Ketua tim pengacara Moeldoko, Otto Hasibuan meminta ICW tak hanya berkoar-koar di media massa terkait tuduhan itu.

Otto mengatakan, ICW harus membuktikan kredibilitasnya sebagai lembaga swadaya masyarakat. Menurut Otto, ungkapan-ungkapan ke media, hanya akan menjadi tuduhan, dan fitnah serius terhadap kliennya yang berpotensi pemidanaan, jika tak dapat dibuktikan.

“Jadi, ICW jangan hanya berkoar-koar di media. Kalau ada bukti keterlibatan klien kami, Pak Moeldoko, silakan lapor ke yang berwajib, aparat penegak hukum (untuk penyelidikan, dan penyidikan),” ujar Otto, saat konferensi pers daring, Kamis (5/8).

Sementara Moeldoko, Otto menegaskan, akan meladeni, dan siap untuk bertanggungjawab jika tuduhan ICW, dapat dibuktikan di jalur hukum. “Jadi kalaupun dilaporkan ke pihak berwajib, Pak Moeldoko siap bertanggungjawab, baik secara hukum, dan moral karena ini menyangkut nama baik klien kami. Sebaliknya, kalau ICW adalah lembaga yang kredibel, harus mempertanggungjawabkan tuduhannya itu,” ujar Otto.

Otto, atas nama Moeldoko, kembali melayangkan somasi kepada ICW, Kamis (5/8). Somasi ini menjadi yang kedua yang dialamatkan, terkait perilisan hasil investigasi ICW tentang Polemik Ivermectin: Berburu Rente di Tengah Krisis. Moeldoko, sudah melayangkan somasi pertama, pada 29 Juli kemarin.

Namun somasi kali ini, Moeldoko memberikan waktu yang lebih panjang, agar ICW mencabut pernyataan tentang keterlibatan Moeldoko, dan meminta maaf atas tuduhan memburu rente, dan mencari keuntungan pribadi terkait pemasaran ivermectin, dan ekspor beras.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Moeldoko Layangkan Somasi Kedua Kepada ICW

Pihak Moeldoko Belum Terima Jawaban ICW Soal Ivermectin

Kimia Farma Perluas Distribusi Ivermectin di Jawa-Bali

Penyidik KPK Ungkap Celah Korupsi Bansos Tunai

Polisi Tegaskan Ivermectin tidak Dijual Secara Bebas

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image