Rabu 04 Aug 2021 17:43 WIB

Diguncang Gempa Tiga Kali, Sukabumi Waspadai Potensi Gempa

Sejak 30 Juli 2021 hingga 4 Agustus 2021 tercatat ada tiga kali gempa.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah
Warga melihat bangunan rusak akibat gempa bumi di kecamatan Kabandungan, Sukabumi (ilustrasi)
Foto: Antara/Budiyanto
Warga melihat bangunan rusak akibat gempa bumi di kecamatan Kabandungan, Sukabumi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Wilayah Sukabumi diguncang renteten gempa sejak 30 Juli 2021. Guncangan gempa ini khususnya cukup keras dirasakan di wilayah Kabupaten Sukabumi seperti Kecamatan Cireunghas.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sejak 30 Juli 2021 hingga 4 Agustus 2021 tercatat tiga kali gempa. Terakhir guncangan gempa terjadi pada Rabu 4 Agustus 2021 pukul 05.41 WIB dengan magnitudo 2.4. Lokasi gempa 6.92 LS, 107.02 BT, dan pusat gempa berada di darat sembilan kilometer tenggara Kota Sukabumi dengan kedalaman empat Kilometer dan dirasakan (MMI) II Cireunghas.

Baca Juga

"Gempa ini (Rabu-red) gempa ke-3 yang guncang Cireunghas sejak 30 Juli 2021," ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam akun media sosial twitter, Rabu (4/8). Hal ini karena peningkatan gempa Segmen Nyalindung-Cibeber yang patut diwaspadai.

Sebelumnya terjadi dua peristiwa gempa lainnya pada Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7). Pada Sabtu (31/7) pukul 06.09 WIB, wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan Magnitudo 3,1. Episenter terletak pada koordinat 6.94 LS dan 106.99 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak enam kilometer Tenggara Kota Sukabumi, Jabar pada kedalaman empat kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cimandiri. Selanjutnya gempa magnitudo 2.6 pada Jumat (30/7) pukul 11.59 WIB. Lokasi gempa pada koordinat 6.93 LS - 107.02 BT dan 9 kilometer Tenggara Kota Sukabumi dengan kedalaman 6 kilometer.

"Masyarakat di harap tetap tenang dan waspada dan jangan percaya kepada isu atau berita hoaks," ujar Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Larasati.

Di mana informasi terupdate tetap dari BMKG dan dari BPBD. "Upayakan selamatkan diri apabila terjadi gempa yang lebih besar," kata dia.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami mengatakan, BPBD telah membuat dokumen kajian risiko bencana. Salah satunya sudah mengantisipasi ancaman bahaya dari sesar Cimandiri ini dengan melakukan beberapa rekomendasi teknis yang harus dilakukan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement