Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Bahaya Berbohong

Rabu 04 Aug 2021 08:51 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Bahaya Berbohong

Bahaya Berbohong

Foto: AP/Salvatore Allegra
Dosa berbohong termasuk dalam dosa besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbohong tidak diperbolehkan dalam Islam. Dalam Islam, jika seseorang membohongi orang lain akan mendapat dosa.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) Ustadz Jeje Zaenudin mengatakan berdusta untuk tujuan sungguh-sungguh atau mempermainkan orang adalah perbuatan dosa. Bahkan, dosa dusta termasuk dalam dosa besar.

Baca Juga

“Dosa dusta adalah yang paling berpotensi menyeret pelakunya ke dalam azab neraka,” kata Ustadz Jeje kepada Republika.co.id, Selasa (3/8).

Bahaya berdusta juga diingatkan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya. Rasulullah menyuruh umat Islam terus berperilaku jujur karena jujur dapat menuntun seseorang kepada kebajikan.

Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian berlaku jujur karena jujur itu menuntun kepada kebajikan dan kebajikan itu menuntun kepada surga. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu menuntun kepada kejahatan dan kejahatan itu menuntun kepada neraka,” (HR Muslim).

Ustadz Jeje menjelaskan akan lebih besar dosa seseorang apabila dia berdusta yang menyebabkan kerugian pada banyak orang. Misal, melakukan kebohongan publik.

“Kebohongan publik, yaitu orang yang sengaja membuat sensasi untuk mendapat pujian publik apa yang sebenarnya ia tidak lakukan kecuali kepura-puraan,” ujar dia.

Oleh karena itu, umat Islam senantiasa selalu menjauhi perbuatan dusta. Sebab, Allah menyuruh manusia untuk selalu mematuhi perintah-Nya dan bersama dengan orang yang benar (jujur). Jujur dalam ucapan, perbuatan, dan perilaku. Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 119:

Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 119:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (jujur).” 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA