Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wiku: Positivity Rate Terus Turun Selama Dua Pekan Terakhir

Selasa 03 Aug 2021 19:39 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Mas Alamil Huda

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.

Foto: BNPB
Sebanyak delapan provinsi mencatatkan penurunan kasus positif selama dua pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, angka positivity rate pekanan mengalami penurunan selama dua pekan terakhir. Yakni dari yang sebelumnya mencapai 30,72 persen menjadi 27,38 persen, dan kembali turun menjadi 25,18 persen.

Wiku mengatakan, sebanyak delapan provinsi mencatatkan penurunan kasus positif selama dua pekan berturut-turut. Yakni Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali, Maluku, dan Maluku Utara.

"Tentunya ini adalah pencapaian positif yang harus terus dipertahankan. Adanya penurunan kasus dan penurunan positivity rate ini menunjukan terjadinya penurunan penularan di tengah masyarakat," kata dia saat konferensi pers, Selasa (3/8).

Wiku pun mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah bersabar selama empat pekan ini untuk menaati protokol kesehatan dan tidak berkegiatan di luar rumah jika tidak diperlukan. Dari hasil telaah data, Satgas pun optimistis angka kasus positif dan positivity rate dapat terus menurun jika pemerintah daerah terus meningkatkan penanganan di wilayahnya serta masyarakat dapat terus disiplin menjalankan prokes.

 

"Semoga capaian penurunan kasus selama dua pekan terakhir ini dapat menjadi motivasi agar ke depannya kita tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan karena kita telah sama-sama melihat bahwa hal ini merupakan senjata utama untuk menekan angka penularan Covid-19 di Indonesia," ucapnya.

Wiku menambahkan, perkembangan kasus positif pekanan di tingkat nasional terus menunjukan penurunan dari puncak kasus tertinggi pada tiga pekan lalu. Penurunan tercatat dari 350.273 menjadi 289.029, kemudian turun menjadi 273.891 kasus.

"Selama dua pekan terakhir, kasus positif pekanan di tingkat nasional telah menunjukkan tren penurunan dari puncak kasus tertinggi tiga pekan yang lalu," jelas Wiku.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA