Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Inisiatif Baru Perkenalkan Golf pada Muslim di Dunia

Selasa 03 Aug 2021 11:34 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Inisiatif Baru Perkenalkan Golf pada Muslim di Dunia

Inisiatif Baru Perkenalkan Golf pada Muslim di Dunia

Foto: abc
Permainan golf dibangun atas kepercayaan dan mengandalkan kejujuran.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Empat tahun terakhir, Farrah Batti berjuang melawan penyakit yang mengancam nyawanya dengan kemoterapi dan operasi. Meskipun itu melelahkan tetapi Batti telah menemukan sesuatu berharga melalui hubungan dengan keyakinan Islamnya, yaitu bermain golf.

“Saya sedang mencari sesuatu yang berbeda dari terapi fisik. Golf membuat saya keluar dari rumah dan membantu kesehatan fisik dan mental saya,” kata Batti.

Baca Juga

Pertama kali Batti bermain golf dalam acara Muslim Golf Association (MGA) yang diselenggarakan Muslim di Inggris pada 2019. MGA didirikan oleh Amir Malik yang memiliki ambisi besar memperkenalkan olahraga golf kepada Muslim di Inggris, Amerika Serikat, dan di seluruh dunia.

Malik mulai bermain golf pada 2015 sebagai cara untuk terhubung dengan beberapa saudara kandungnya. Olahraga tersebut menawarkan mereka kesempatan berpartisipasi dalam permainan yang menarik untuk segala usia.

Namun, budaya sosial golf, seperti minuman berakohol membuat Malik tidak nyaman. Dibandingkan minum, dia memilih shalat seharian. Agar pemain Muslim tidak merasa canggung, Malik mendapat ide membuat Muslim Charity Golf pada akhir 2019.

Acara pertamanya diadakan pada Agustus 2020. Tak sangka, dia mendapat banyak permintaan dengan 72 Muslim di seluruh Inggris mendaftar untuk bermain. Bahkan, 90 hingga 90 pemain lainnya berada dalam daftar tunggu.

“Acara kami menampilkan makanan halal dan fasilitas shalat. Tidak ada perjudian dan tidak ada alkohol yang disajikan. Selain itu, MGA terbuka untuk siapa saja tanpa memandang agama,” kata Malik.

Sejak itu, MGA telah bermitra dengan jaringan Hotel Marriott menyelenggarakan acara di seluruh Inggris. Malik mengatakan, sekitar 60 persen pemain memiliki cacat golf resmi. MGA telah menerima minat dari para pemain di Amerika Serikat dan di tempat lain meskipun perjalanan tetap sulit karena pandemi Covid-19.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA