Selasa 03 Aug 2021 09:52 WIB

Jepang Marah Delegasi Korsel Ogah Makanan dari Fukushima

Aksi ofisial Korsel dianggap merusak reputasi produk-produk Fukushima.

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto
Petugas keamanan berjaga di salah satu hotel untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Shinjuku, Tokyo, Jepang. Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Petugas keamanan berjaga di salah satu hotel untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Shinjuku, Tokyo, Jepang. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang marah dengan sikap ofisial Korea Selatan (Korsel) di Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, ofisial Korsel memilih untuk menyediakan makanan sendiri, dibandingkan menyantap makanan yang telah disiapkan panitia di Kampung Atlet.

Korsel memang berusaha mencegah para atletnya untuk makan makanan yang mengandung bahan-bahan dari Fukushima, tempat kecelakaan nuklir pada 2011.

Akhir bulan lalu, Jepang sebenarnya sudah mendesak Korsel untuk mengambil tindakan atas masalah ini. Sebab, apa yang dilakukan ofisial Korsel merusak reputasi produk-produk Fukushima. Menurut Jepang, produk Fukushima telah terbukti aman dan diuji tingkat radiasinya.

Namun, ofisial tetap memasak di hotel dan menginstruksikan para atlet untuk tidak makan makanan yang mengandung bahan-bahan dari Fukushima di Kampung Atlet. Bahkan, delegasi Korsel menyaring bahan-bahan yang digunakan, khususnya kadar radio aktifnya.

Pemerintah Korea Selatan mengakui belum memberi instruksi delegasinya untuk mengatur layanan makanan seperti itu. Namun masalah ini menambah ketegangan hubungan dua negara tersebut, akibat perang masa lalu dan masalah kompensasi.

''Kami ingin Pemerintah Korsel menginstruksikan (delegasi) agar tidak menjadi isu politik lain,'' kata salah seorang sumber di Pemerintah Jepang dikutip dari Japantoday, Selasa (3/8).

Korea Selatan memang telah melarang impor produk perikanan dari Fukushima dan prefektur sekitarnya, lebih dari satu dekade setelah bencana gempa bumi dan tsunami, yang memicu krisis nuklir di pembangkit listrik Fukushima Daiichi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement