Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Alasan Sejumlah Atlet Olimpiade Tokyo Melakukan Bekam

Selasa 03 Aug 2021 05:25 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Alasan Sejumlah Atlet Olimpiade Tokyo Melakukan Bekam. Ilustrasi

Alasan Sejumlah Atlet Olimpiade Tokyo Melakukan Bekam. Ilustrasi

Foto: AP
Nabi Muhammad pernah mengatakan bekam baik digunakan sebagai obat.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Olimpiade Tokyo 2020 sedang berlangsung dengan banyak kejadian unik yang menyertainya. Salah satunya adalah terlihatnya sejumlah atlet Olimpiade di berbagai difoto yang menunjukkan lingkaran merah besar di kulit mereka.

Perenang dan atlet gimnastik termasuk di antara mereka yang terlihat terdapat lingkaran memar misterius. Apa sebenarnya lingkaran itu? 

Baca Juga

Dilansir dari About Islam, Ahad (1/8), sebenarnya ini bukan pertama kalinya tanda lingkaran yang merupakan tanda bekam terlihat di Olimpiade. Teknik tradisional ini sebelumnya digunakan oleh perenang China Wang Qun di Olimpiade 2008 di Beijing dan perenang Amerika di Rio 2016.

Bekam atau hijama

Mungkin para atlet bertanya-tanya dan mencari alasan melakukan bekam di Olimpiade sejak beberapa Olimpiade terakhir. Namun sekarang mereka mulai berlatih tekniknya.

Tanda lingkaran merah bukan kesalahan paintball, itu adalah hasil dari praktik yang dikenal sebagai bekam: terapi kuno di mana cangkir dipanaskan ditempatkan pada kulit. Teknik yang merupakan salah satu bentuk akupunktur ini dilakukan dengan cara menyalakan cairan yang mudah terbakar di dalam gelas kaca.  

Setelah nyala api padam, penurunan suhu menciptakan hisapan yang menempelkan cangkir ke tubuh. Hisapan akan menarik kulit menjauh dari tubuh dan meningkatkan aliran darah serta meninggalkan bintik-bintik merah yang biasanya berlangsung selama tiga atau empat hari.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kyle Chalmers (@kyle_chalmers3)

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA