Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Pertamina NRE-Pupuk Indonesia Bidik Pengembangan Hidrogen

Senin 02 Aug 2021 20:39 WIB

Red: Gita Amanda

 PT Pupuk Indonesia (Persero) sepakat bersinergi dengan Pertamina NRE (PNRE). Sinergi ini dilakukan untuk menjajaki peluang pengembangan hidrogen dan penyediaan energi. Penjajakan ini tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan secara virtual, Senin (2/8).

PT Pupuk Indonesia (Persero) sepakat bersinergi dengan Pertamina NRE (PNRE). Sinergi ini dilakukan untuk menjajaki peluang pengembangan hidrogen dan penyediaan energi. Penjajakan ini tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan secara virtual, Senin (2/8).

Foto: Pertamina
Ke depan BUMN perlu berupaya untuk mencapai target Indonesia menuju net zero emission

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) sepakat bersinergi dengan Pertamina NRE (PNRE). Sinergi ini dilakukan untuk menjajaki peluang pengembangan hidrogen dan penyediaan energi. Penjajakan ini tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan secara virtual, Senin (2/8). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, dan Dannif Danusaputro selaku Chief Executive Officer PNRE.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury mengatakan bahwa kerja sama yang dilakukan Pupuk Indonesia dengan Pertamina Power Indonesia sejalan dengan target net zero emission Indonesia. “Ke depan BUMN perlu berupaya untuk mencapai target Indonesia menuju net zero emission sebelum tahun 2060, dan di tahun 2030 nanti yang perlu kita lakukan adalah memastikan bahwa emisi karbon yang dimiliki oleh Indonesia atau yang dihasilkan oleh Indonesia akan mengalami penurunan sampai dengan 29 persen,” jelas Pahala.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina dalam sambutannya mengatakan bahwa Pertamina tengah melakukan transisi energi yang sejalan dengan Grand Energy Strategy Indonesia, yaitu dari pengembangan yang didominasi energi berbasis fosil ke arah energi baru dan terbarukan.

"Sinergi BUMN antara Pertamina Power Indonesia sebagai subholding PNRE dengan Pupuk Indonesia ini sesuai dengan target transisi energi Pertamina dalam 5 hingga 6 tahun ke depan meningkatkan energy mix dari new and renewable energy sebesar 10 GW, yaitu 6 GW berbasis gas, 3 GW renewable energy, dan 1 GW new energy yang termasuk di dalamnya adalah hidrogen,” ungkap Nicke.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan bahwa kerja sama ini tidak terbatas pada pengembangan hidrogen dan penyediaan energi saja. Melainkan pemanfaatan sarana dan peralatan teknologi dan komersialisasi green ammonia dan blue ammonia dengan menggunakan hidrogen sebagai bahan baku yang diproduksi oleh Pertamina Power Indonesia.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir yang tengah gencar mengkampanyekan pengurangan emisi karbon dalam rangka menciptakan industri yang lebih sustainable dan ramah lingkungan.

"Pupuk Indonesia Grup, menaruh perhatian besar terhadap pengurangan emisi karbon dan kami sudah mengkaji pengembangan green ammonia, selain juga blue ammonia," kata Bakir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA