Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Rongga Mulut Kotor Bisa Picu Kanker?

Senin 02 Aug 2021 09:30 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Pasta gigi. Menjaga kerbersihan rongga mulut dan gigi dapat membantu mengurangi risiko kanker mulut.

Pasta gigi. Menjaga kerbersihan rongga mulut dan gigi dapat membantu mengurangi risiko kanker mulut.

Foto: wikipedia
Kebersihan rongga mulut dan gigi mesti terjaga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebersihan gigi dan mulut penting untuk dijaga. Meski begitu, banyak orang mengabaikannya dengan menyikat gigi hanya sekali sehari, tidak membersihkannya sama sekali, atau tidak mengunjungi dokter gigi secara berkala.

Padahal, orang dengan pipi bagian dalam, gigi, dan gusinya dalam kondisi buruk, bisa lebih rentan terhadap kanker mulut dan tenggorokan. Menurut konsultan dan ahli bedah kepala dan leher di Fortis Hospital Mulund di India, Dr Hitesh R Singhavi, kanker mulut adalah salah satu kanker paling umum di negaranya.
 
Kasusnya pada pria sekitar 11,28 persen dari semua kanker. Sementara itu, kanker mulut merupakan kelima yang paling sering terjadi pada wanita (4,3 persen dari semua kanker).
 
"Mengunyah tembakau, pinang, konsumsi alkohol, dan kebersihan rongga mulut dan gigi yang buruk mungkin memiliki efek yang berkontribusi sebabkan kanker," kata Singhavi.
 
Menurut Singhavi, kebersihan mulut yang buruk sering kali hanya dikaitkan dengan masalah karies gigi, radang gusi, periodontitis (penyakit gusi), dan bau tak sedap. Padahal, kebersihan mulut yang buruk dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit fatal termasuk, kanker.
 
Kebersihan rongga mulut dan gigi yang buruk membantu potensi karsinogenik dari karsinogen lain yang diketahui, seperti tembakau dan alkohol. Ini menyebabkan konversi mudah metabolit tembakau menjadi produk penyebab kanker (nitrosamin).
"Kebersihan rongga mulut dan gigi yang buruk juga bereaksi dengan alkohol untuk membentuk aldehida, karsinogen kelas I (produk yang secara independen bisa menyebabkan kanker)," kata Singhavi, dikutip dari Indian Express, Senin (2/8).

Baca Juga

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA