Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Vaksinasi Covid-19 Lembah Klang Malaysia Hampir 100 Persen

Ahad 01 Aug 2021 14:46 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nora Azizah

Lembah Klang, Malaysia, merupakan wilayah yang paling parah dilanda Covid-19.

Lembah Klang, Malaysia, merupakan wilayah yang paling parah dilanda Covid-19.

Foto: Antara/Agus Setiawan
Lembah Klang, Malaysia, merupakan wilayah yang paling parah dilanda Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, PETALING JAYA -- Wilayah Lembah Klang di Malaysia, yang merupakan wilayah paling parah dilanda Covid-19, sudah hampir mencapai 100 persen tingkat vaksinasi. Berdasarkan data Gugus Tugas Imunisasi Covid-19 Malaysia, hingga Jumat (30/7) lalu, sudah ada 5.565.789 orang - atau 90,3 persen dari populasi orang dewasa - di Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya yang telah menerima dosis pertama.

Dalam inisiatif yang dilakukan pada 16 Juli lalu, pihak pemerintah memastikan jika seluruh penduduk Lembah Klang yang berusia 18 tahun ke atas dan berjumlah 6,1 juta jiwa, akan menerima setidaknya satu dosis vaksin hingga hari ini, Ahad (1/8). Dikatakan, sejak 16 Juli, antara 113.742 dan 156.757 orang per hari, rutin diberikan dosis pertama mereka.

"Kami hampir mencapai target 6,1 juta, tetapi kami perlu mengkonsolidasikan semua data yang relevan setelah 1 Agustus," Anggota Parlemen Bangi Ong Kian Ming, dikutip strait times, Ahad (1/8).

Dalam inisiatif Operation Surge Capacity, diklaim juga telah membantu meningkatkan persentase penerima dosis kedua di Lembah Klang. Menurut data hingga Jumat kemarin, total 2.113.511 orang atau 34,3 persen dari populasi orang dewasa Lembah Klang telah menerima dosis kedua mereka.

Ketika ditanya kapan wabah Lembah Klang akan membaik, Dr Ong mengatakan, ada alasan untuk optimis ke depan, terutama ketika melihat situasi di Labuan.

“Melihat bukti dari Labuan dan wilayah lain, kami memperkirakan jumlah kasus serius di Lembah Klang akan berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah dan persentase orang yang divaksinasi lengkap,” kata Dr Ong.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA