Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Film Kupu-Kupu Libatkan Artis Indonesia dan Internasional

Ahad 01 Aug 2021 13:53 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti

Industri perfilman (ilustrasi).

Industri perfilman (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Film ini diharap bisa membantu ekonomi setempat yang terpuruk akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah produksi Atomik Film Bali segera memproduksi sebuah film panjang berjudul Kupu-Kupu. Film yang akan disutradarai oleh Martin East ini melibatkan pemeran kenamaan Indonesia serta pemeran internasional. 

Belum disebutkan siapa pemeran Indonesia yang terlibat. Dari mancanegara, ada Andrew Howard yang membintangi film Two Distant Stranger di jajaran pemain utama, serta Nick Moran yang terlibat di Harry Potter and The Deathly Hallows Part 1 & 2 sebagai pemain pendukung.

Atomik Film Bali melakukan pengembangan cerita dan karakter sejak 2018. Kupu-Kupu bersumber dari ide sutradara Martin yang dilanjutkan dengan workshop keaktoran untuk menemukan potensi cerita serta karakter awal fondasi cerita. 

Workshop keaktoran berlangsung selama dua pekan di Sanur, Bali. Kegiatan melibatkan tiga aktor dari komunitas teater Rukman Rosadi, yakni Ninda Fillasputri, Dayu Prisma, dan Uul Syahrifahlaill. Sementara, Rukman Rosadi menjadi acting coach dalam film.

Melalui serangkaian improvisasi dari aktor yang terlibat, sisi psikologis dan back story masing-masing karakter lebih mudah untuk digali dan dikembangkan. Proses penggalian cerita melalui workshop keaktoran ini bukan hal baru dalam produksi film.

Proses serupa pernah dilakukan oleh Mike Leigh, salah satu sutradara film dan teater asal Inggris yang kerap mendapatkan penghargaan dari festival-festival film bergengsi dunia. Setelah proses cukup panjang, kini film Kupu-Kupu telah memasuki tahap praproduksi. 

Tim juga telah melakukan serangkaian latihan dan pembacaan naskah. Dalam penulisan skenarionya, Martin bekerja sama dengan dua penulis perempuan, yaitu Nona Ica dan Abigail Tehusijarana, sesuai dengan esensi cerita yang berfokus pada perempuan Indonesia.

Rencananya, shooting film akan berlangsung di Lovina, Bali, dalam waktu dekat. Pernyataan resmi Atomik Film Bali menyampaikan harapan proyek film itu dapat membantu ekonomi setempat yang sempat terpuruk akibat dampak dari pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA