Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Studi: Kasus Demensia Diprediksi Naik Tiga Kali Lipat

Ahad 01 Aug 2021 08:43 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Kasus Demensia Diprediksi Naik Tiga Kali Lipat Tahun 2050.

Kasus Demensia Diprediksi Naik Tiga Kali Lipat Tahun 2050.

Foto: picpedia.org
Kasus Demensia Diprediksi Naik Tiga Kali Lipat Tahun 2050.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah penderita demensia diperkirakan akan meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2050. Kasus diproyeksikan meningkat dari sekitar 57,4 juta pada tahun 2019 menjadi sekitar 152,8 juta pada tahun 2050.

Para peneliti mengatakan peningkatan terbesar kasus demensia diperkirakan terjadi di Afrika Sub-Sahara, Afrika Utara dan Timur Tengah. Kenaikan kasus terutama didorong oleh penuaan pada populasi.

Baca Juga

Hal itu berdasar pada data dari studi Global Burden of Disease yang dipresentasikan secara online dalam pertemuan Asosiasi Alzheimer pada Selasa. Menurut peneliti, kebiasaan buruk seperti merokok, kelebihan berat badan, dan gula darah tinggi diperkirakan akan menyumbang kasus demensia sebesar 6,8 juta pada 2050. Meski di sisi lain, peningkatan akses pendidikan akan mengurangi 6,2 juta kasus demensia pada tahun 2050.

"Selain itu, obesitas, diabetes, dan gaya hidup menetap (malas bergerak) pada anak muda meningkat dengan cepat, dan ini adalah faktor risiko demensia," kata Chief Science Officer dari Asosiasi Alzheimer, Maria Carrillo seperti dilansir dari UPI, Ahad (1/8).

Carrillo mengatakan, jumlah kasus demensia akan bertambah melampaui tahun 2050 jika tidak ada pengobatan yang efektif untuk menghentikan, memperlambat atau mencegah alzheimer dan semua demensia. Ini akan mempengaruhi individu, pengasuh, sistem kesehatan dan pemerintah.

"Selain terapi, sangat penting untuk mengungkap intervensi yang disesuaikan secara budaya yang mengurangi risiko demensia melalui faktor gaya hidup seperti pendidikan, diet, dan olahraga," kata Carrillo.

Pemimpin studi dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington, Emma Nichols, mengatakan bahwa prediksi ini diharapkan bisa membantu pembuat kebijakan dan pengambil keputusan untuk lebih mengantisipasi peningkatan demensia.

“Prediksi ini juga menekankan pentingnya penelitian yang berfokus pada penemuan pengobatan dan intervensi yang efektif mencegah dan menunda onset demensia,” kata Nichols.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA